
China Resmikan Pusat Pelatihan Militer di Laos
27 menit yang lalu
Pengerahan mencakup 70.000 personel dan dukungan kendaraan, helikopter, serta pesawat nirawak.
Terbit · 1 min read

Prancis mengerahkan 70.000 personel polisi dan gendarmerie untuk mengantisipasi gelombang demonstrasi yang dikhawatirkan berujung kekerasan, pemblokiran akses, dan perusakan fasilitas umum. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, pengerahan dilakukan di seluruh negeri pada Sabtu (7/11/2026).
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengumumkan langkah pengamanan itu dalam konferensi pers pada Jumat (6/11/2026). Keterangan tersebut dimuat dalam pernyataan kementerian yang dipublikasikan pada Sabtu (7/11/2026).
Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut banyak seruan demonstrasi diorganisasi tanpa kepemimpinan resmi atau pengawasan serikat pekerja. Menurut laporan yang sama, sebagian seruan disertai ajakan melakukan kekerasan dan mengganggu ketertiban yang beredar di media sosial.
Pemerintah Prancis melarang demonstrasi di sejumlah pusat kota. Penyelenggara aksi yang telah memperoleh izin diminta menggunakan rute alternatif.
Operasi pengamanan melibatkan 110 unit pasukan bergerak, 25 kendaraan lapis baja Centaur, meriam air, helikopter, dan pesawat nirawak.
Polisi juga akan memeriksa jalan raya, jalur kereta, dan stasiun. Pemeriksaan itu ditujukan untuk menyita benda berbahaya yang berpotensi digunakan sebagai senjata.
Sejumlah aksi direncanakan berlangsung di berbagai wilayah Prancis. Di Paris, kelompok mahasiswa dan serikat pekerja berencana berunjuk rasa dari Place de la République menuju Place de la Nation.