
Polda Kalteng Tanam 500 Belangiran di Lahan Bekas Karhutla
17 menit yang lalu
Marwan mendorong penciptaan pekerjaan formal dan peningkatan kualitas kerja, termasuk perlindungan sosial.
Terbit · 1 min read

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan menyoroti besarnya proporsi pekerja informal di Indonesia meski tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Menurut laporan CNNIndonesia.com, Marwan menilai kualitas pekerjaan dan kesejahteraan pekerja juga perlu menjadi ukuran capaian ketenagakerjaan.
Dalam keterangan tertulis pada Selasa (27/10/2026), ia merujuk data Badan Pusat Statistik yang mencatat 148,19 juta penduduk bekerja pada Mei 2026. Sebanyak 87,88 juta orang atau sekitar 59,3 persen bekerja di sektor informal, sedangkan pekerja formal mencapai 40,7 persen.
Marwan mengatakan, “Penurunan pengangguran patut diapresiasi. Namun, keberhasilan ketenagakerjaan tidak cukup diukur dari jumlah orang yang bekerja. Pekerjaan yang tersedia juga harus memberikan penghasilan layak, kepastian kerja, dan perlindungan sosial,” menurut laporan tersebut.
Ia menilai besarnya proporsi pekerja informal menunjukkan bahwa tantangan ketenagakerjaan belum selesai. Marwan meminta pemerintah mendorong investasi yang menciptakan lebih banyak pekerjaan formal dan produktif.
Marwan juga meminta pemerintah memperkuat industri padat karya, termasuk tekstil, alas kaki, furnitur, dan pengolahan pangan. Menurut laporan yang sama, ia menilai sektor-sektor itu perlu mendapat perhatian untuk memperluas kesempatan kerja.
Ia mengatakan investasi perlu dinilai dari manfaatnya bagi masyarakat, seperti jumlah pekerjaan formal yang tercipta, tingkat upah, serta keterlibatan tenaga kerja lokal. Marwan juga mendorong dukungan pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar bagi UMKM agar dapat berkembang dan membuka lapangan kerja.
Selain itu, Marwan meminta pendidikan vokasi dan pelatihan kerja diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Ia menilai keberhasilan pelatihan perlu dilihat dari penempatan kerja lulusan dan peningkatan penghasilan mereka, bukan hanya jumlah peserta.
Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Marwan meminta agenda ketenagakerjaan memiliki sasaran terukur. Sasaran yang ia sebut meliputi peningkatan proporsi pekerja formal, perbaikan daya beli, dan perluasan jaminan sosial bagi pekerja.