
Desy Ratnasari Pakai Riasan Prostetik di Film Hamka
10 menit yang lalu
Khamenei menyampaikan syarat Iran untuk mengakhiri perang saat sejumlah negara meningkatkan upaya diplomatik di kawasan.
Terbit · 2 min read

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat. Menurut laporan CNN Indonesia, pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan pejabat keamanan nasional Iran, Mohsen Rezaee.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (27/10/2026) dan disiarkan media pemerintah Iran, menurut laporan yang sama. Khamenei menyebut situasi saat itu sebagai kondisi “bukan perang maupun damai”.
Khamenei menekankan bahwa syarat yang ditetapkan pejabat Iran perlu diterapkan agar perang berakhir, menurut laporan yang sama. Sebelumnya, Iran menyatakan AS harus mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Teluk Persia dan mencabut sanksi sebelum perundingan perdamaian dimulai.
Washington, menurut laporan yang sama, mendesak Teheran memberikan konsesi terkait program nuklirnya. Kedua negara juga berselisih mengenai pengayaan uranium. Secara terpisah, AS menginginkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz dipulihkan.
Pernyataan Khamenei muncul saat sejumlah negara meningkatkan upaya diplomatik untuk mencegah konflik baru di kawasan Teluk Persia dan serangan balasan AS-Israel terhadap Iran, menurut laporan yang sama. Sejak Minggu (25/10/2026), Iran menerima delegasi Qatar dan mengadakan pertemuan dengan pejabat keamanan tinggi Arab Saudi, Turki, serta Pakistan.
China juga menyatakan telah mengirim utusan khusus ke kawasan pada Selasa (27/10/2026) untuk meredakan ketegangan, menurut laporan yang sama. Khamenei dan Rezaee turut membahas keamanan nasional dan regional, termasuk pengawasan Selat Hormuz, menurut pernyataan yang diunggah di Telegram.
Perselisihan mengenai Selat Hormuz disebut menyebabkan runtuhnya gencatan senjata terakhir Iran-AS pada Juni, menurut laporan yang sama. Iran ingin mempertahankan kendali atas jalur pelayaran itu, yang penting bagi pasokan energi global.
Khamenei belum muncul di hadapan publik sejak awal perang, sehingga kondisi dan perannya dalam pengambilan keputusan negara menjadi perhatian, menurut laporan CNN Indonesia. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Selasa (27/10/2026) menyatakan Khamenei sehat dan tetap mengendalikan urusan dalam negeri maupun luar negeri. Ia mengatakan telah bertemu dengan Khamenei pada pekan sebelumnya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (27/10/2026), di sela-sela KTT Forum Negara-Negara Pengekspor Gas di Moskow.
Menurut laporan The Straits Times, Pezeshkian menyatakan negara-negara di kawasan dapat menyelesaikan persoalan tanpa bergantung pada Amerika Serikat. CNN Indonesia juga melaporkan Pezeshkian menyatakan Iran dan Rusia berpeluang memperluas kerja sama di berbagai bidang, sedangkan Putin berharap situasi Timur Tengah berkembang ke arah positif.