
Persija Kalahkan Persebaya 1-0
20 menit yang lalu
Sejumlah pejabat AS berbeda pandangan mengenai langkah militer, sanksi, dan diplomasi terhadap Iran.
Terbit · 1 min read

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) terpecah dalam menentukan apakah konflik dengan Iran perlu dilanjutkan atau diakhiri. Menurut laporan ANTARA yang mengutip The Wall Street Journal (WSJ), perbedaan itu disampaikan sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Laporan tersebut menyebut Wakil Presiden JD Vance dan sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk Persia menyarankan Presiden Donald Trump mengakhiri perang. Sementara itu, penasihat lain mendorong kelanjutan serangan terhadap Iran.
Dalam sejumlah pengarahan baru-baru ini, Menteri Perang Pete Hegseth dan Kepala Komando Pusat AS Brad Cooper mendukung dimulainya kembali operasi militer skala besar terhadap Iran, menurut laporan WSJ yang dikutip ANTARA.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent dilaporkan mengusulkan pengetatan sanksi serta kelanjutan blokade perdagangan Iran.
Utusan khusus AS Steve Witkoff dan sejumlah penasihat Trump lainnya, bersama Vance, lebih mendukung penyelesaian melalui diplomasi. Mereka mendesak Trump mengupayakan solusi tersebut, menurut laporan yang sama.
Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah sasaran di Iran pada Sabtu (28/2/2026), menurut laporan ANTARA. Iran kemudian membalas dengan serangan.
Konflik itu kini mengalami jeda, tetapi belum terselesaikan. Laporan tersebut menyebut masih ada risiko permusuhan kembali pecah.