
Leeds Kalahkan Tottenham 1-0 lewat Gol Okafor
22 menit yang lalu
Peserta melaju setelah pembinaan regional; tahap nasional berlangsung hingga Desember 2026.
Terbit · 2 min read

Sebanyak 857 usaha mikro dan kecil (UMK) binaan Pertamina lolos ke tahap nasional program Pertamina UMK Academy 2026 setelah mengikuti pembinaan regional dan menyisihkan lebih dari 1.500 peserta dari seluruh Indonesia. Menurut laporan ANTARA, Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto menyampaikan informasi itu di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Pembinaan regional berlangsung sejak September 2026. Kelulusan dinilai berdasarkan keaktifan peserta dalam pelatihan, webinar, pendampingan, pameran, pembimbingan, serta perkembangan usaha selama program.
Rudi mengatakan pengembangan usaha memerlukan lebih dari produk yang baik, termasuk penguatan manajemen, pemanfaatan teknologi digital, dan perluasan pasar. Ia menyebut bekal tersebut terus diasah oleh peserta yang lolos ke tahap nasional.
Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah dengan peserta lolos terbanyak, yakni 135 UMK dari 211 peserta. Jawa Timur menyusul dengan 129 UMK dari 215 peserta, sedangkan Bali dan Nusa Tenggara mencatat persentase kelulusan 60,9 persen.
Berdasarkan sektor usaha, kuliner atau makanan dan minuman mencakup 483 UMK atau 56,4 persen dari peserta yang lolos. Sektor fesyen dan wastra berjumlah 169 UMK atau 19,7 persen, sementara kerajinan dan perhiasan mencapai 159 UMK atau 18,6 persen.
Peserta lainnya terdiri atas 21 UMK sektor agribisnis, 17 UMK di bidang kesehatan, kecantikan, dan perawatan rumah tangga, serta delapan UMK sektor jasa dan perdagangan umum. Program inkubasi ini memberikan pelatihan dan pendampingan untuk membantu usaha lokal meningkatkan kapabilitas, kualitas, daya saing, dan jangkauan pemasaran.
Tahap nasional berlangsung hingga Desember 2026. Peserta akan dinilai melalui enam aspek: pemasaran dan pasar, keuangan, operasional dan sumber daya manusia, legalitas, digitalisasi, serta uji pasar dan produk.
Hasil penilaian menjadi dasar pengelompokan peserta ke dalam kelas Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global agar materi pembinaan sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan usaha. VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan penguatan UMKM merupakan bagian dari kontribusi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia berharap UMK mitra Pertamina tumbuh dari sisi omzet dan kualitas produk; perkembangan UMK dapat memperbesar peluang terciptanya lapangan kerja dan dampak ekonomi bagi masyarakat.