
Alwi Farhan Lolos ke Perempat Final French Open
14 menit yang lalu
Lima izin tambang disebut memiliki cadangan besar, tetapi pemilik dan lokasi konsesinya tidak dijelaskan.
Terbit · 1 min read

Presiden Prabowo Subianto menyebut lima Izin Usaha Pertambangan (IUP) memiliki cadangan terbukti bernilai sekitar Rp5.400 triliun atau US$300 miliar. Menurut laporan CNBC Indonesia, ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026.
Rakornas tersebut berlangsung di JIEXPO Convention Centre. Menurut laporan yang sama, pernyataan Prabowo dikutip pada Jumat (23/10/2026).
Prabowo mengatakan nilai cadangan itu didasarkan pada studi cadangan JORC (Joint Ore Reserves Committee). Ia mengingatkan bahwa kekayaan tersebut masih berada di bawah tanah.
Prabowo tidak menjelaskan siapa pemilik lima IUP itu maupun lokasi konsesinya. Ia menyatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang perlu dikelola dengan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah.
Menurut Prabowo, pemberian konsesi tidak boleh dilakukan secara mudah karena pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat. Ia juga meminta pemerintah lebih teliti dalam memberikan konsesi pertambangan.
Ia mengatakan konsesi semestinya diberikan kepada pihak yang memiliki kemampuan untuk menjalankan kegiatan pertambangan. Prabowo menyoroti konsesi yang, menurutnya, telah diberikan selama puluhan tahun tetapi tidak dikerjakan.
Prabowo menyebut sebagian penerima konsesi mungkin tidak memiliki keahlian pertambangan dan menggunakan konsesi untuk spekulasi atau memasukkannya ke bursa. Ia menilai keadaan itu merugikan bangsa karena konsesi tidak dikerjakan selama bertahun-tahun.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.