
Lima Polisi Nigeria Tewas dalam Penyergapan
20 menit yang lalu
Istana belum mengetahui tujuan dan pihak di balik penyadapan yang disebut menyasar Presiden serta sejumlah tokoh.
Terbit · 1 min read

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Istana belum mengetahui tujuan penyadapan yang disebut menyasar Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat serta tokoh. Menurut laporan ANTARA, Istana masih menunggu hasil penyidikan kepolisian.
Prasetyo menyampaikan hal itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
“Belum, belum. Tapi secara lengkap dan detail, itu kami tunggu dari proses penyidikan,” kata Prasetyo, menurut ANTARA.
Ia mengatakan pihak yang diduga menjadi sasaran penyadapan bukan hanya Presiden, tetapi juga para menteri, pimpinan partai politik, dan tokoh organisasi kemasyarakatan. Prasetyo menyebut Istana mempertanyakan tujuan penyadapan tersebut.
Menurut Prasetyo, Istana belum mengetahui secara rinci siapa yang berada di balik penyadapan atau siapa yang menerima hasilnya. Ia mengatakan proses penyidikan oleh kepolisian masih berlangsung dan hasilnya akan disampaikan kepada media serta masyarakat.
Prasetyo juga menyatakan isi percakapan yang disadap belum diketahui. Saat ditanya apakah Wakil Presiden dan dirinya turut menjadi sasaran, ia meminta publik menunggu data lengkap.
Meski motifnya belum diketahui, Prasetyo menilai perbuatan itu mengarah pada makar dan dapat membahayakan keselamatan negara serta pimpinan negara. Ia mengatakan pembicaraan pimpinan negara memuat informasi sensitif yang berpotensi membahayakan kepentingan dan kedaulatan bangsa.
“Kalau sudah berbicara Kepala Negara, berbicara pimpinan negara, di situ banyak informasi yang tentu sangat sensitif. Bisa jadi informasi sensitif tersebut membahayakan kepentingan dan kedaulatan bangsa dan negara,” kata Prasetyo, menurut ANTARA. Ia meminta masyarakat tidak khawatir dan menyebut penyadapan diatur dalam peraturan perundang-undangan, sementara kasus ini diduga dilakukan oknum tertentu.