
KAI Terapkan Gapeka 2026 Mulai 1 Desember
11 menit yang lalu
Perjanjian yang dijadwalkan ditandatangani pada November itu akan menghapus sejumlah pemeriksaan ekspor pasca-Brexit.
Terbit · 1 min read

Inggris dijadwalkan menandatangani perjanjian perdagangan baru dengan Uni Eropa pada 20 November 2026 untuk menghapus sejumlah pemeriksaan ekspor pasca-Brexit. Menurut laporan ANTARA yang mengutip Sky News, kesepakatan itu juga mencakup penghapusan beberapa kewajiban sertifikat dan biaya pemeriksaan.
Laporan ANTARA menyebut perjanjian tersebut akan menghapus kewajiban sertifikat kesehatan hewan dan fitosanitari untuk ekspor, serta biaya pemeriksaan, sertifikat produk organik, sejumlah pungutan pelabuhan, dan pemeriksaan ekspor lainnya.
Perjanjian itu juga akan memungkinkan Inggris mengekspor sosis segar, kerang-kerangan dari perairan Inggris, serta benih kentang ke Uni Eropa.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan perjanjian tersebut dapat membantu petani dan mengurangi hambatan administrasi bagi pelaku usaha, menurut laporan itu.
Kepada Sky News, Burnham menyebut kesepakatan tersebut berpotensi menambah pertumbuhan produk domestik bruto hingga 0,4 persen.
Burnham juga dilaporkan menyampaikan niat untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan Uni Eropa dalam pengendalian imigrasi.
Dalam laporan terpisah yang dikutip ANTARA, The Guardian menyebut Federasi Petani Nasional Inggris melaporkan ekspor pangan Inggris ke Uni Eropa turun lebih dari sepertiga sejak Inggris keluar dari blok tersebut. Laporan itu dimuat pada Selasa, tanpa tanggal yang disebutkan dalam naskah sumber.