
Hyundai Neira EV Meluncur di GJAW November Ini
19 menit yang lalu
Pemerintah meminta Rusia menghentikan perekrutan WNI; pengamat menilai langkah itu dapat ditempuh.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Indonesia meminta Rusia menghentikan perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan militer atau formasi terkait militer. Menurut laporan iNews.id, pengamat militer Beni Sukadis menilai permintaan itu merupakan langkah yang dapat ditempuh pemerintah.
Pemerintah menyampaikan permintaan tersebut kepada Rusia melalui jalur diplomatik.
Pemerintah menilai permintaan itu sebagai upaya untuk mencegah lebih banyak WNI terlibat dalam perang Rusia-Ukraina. Menurut laporan yang sama, terdapat informasi bahwa 292 WNI direkrut untuk menjadi tentara Rusia, tetapi tidak dirinci asal informasi tersebut.
Beni menyebut pemerintah perlu meminta Rusia menghentikan perekrutan, termasuk yang diduga dilakukan pihak ketiga. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (7/11/2026).
“Sebenarnya yang paling penting itu adalah bagaimana meminta pemerintah Rusia untuk menghentikan upaya-upaya dari pihak lain dari pihak ketiga, terutama dari yang mungkin orang Rusia untuk menghentikan merekrut warga negara Indonesia untuk jadi tentara Rusia,” ujar Beni.
Menurut laporan yang sama, Bareskrim Polri sebelumnya mengungkap dugaan perekrutan WNI melalui tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Beni menilai Rusia memiliki otoritas dan jaringan untuk menindak pihak-pihak yang terlibat, sehingga permintaan Indonesia semestinya dapat dipenuhi apabila pemerintah Rusia serius menghentikan perekrutan WNI.