
Kemenpar Tawarkan Wisata Berkualitas di London
14 menit yang lalu
Sanchez menilai pemilih AS menolak kebijakan yang memiskinkan masyarakat dan menguntungkan kelompok elite.
Terbit · 1 min read

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menilai pemilih Amerika Serikat menolak kebijakan yang mendorong kebencian, seksisme, dan penyangkalan perubahan iklim. Menurut laporan ANTARA, ia juga mengatakan gelombang politik sayap kanan mulai kehilangan momentum.
Sanchez menyampaikan penilaiannya melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (4/11/2026), sehari setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November. Pemungutan suara itu mencakup pemilihan anggota Kongres dan sejumlah jabatan publik di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Dalam unggahannya, Sanchez mengatakan hasil pemilu mencerminkan penolakan terhadap kebijakan yang, menurutnya, memiskinkan masyarakat dan menguntungkan kelompok elite. Ia juga menyebut penolakan terhadap kebencian, seksisme, dan penyangkalan perubahan iklim.
Sanchez merujuk pada perkembangan politik di Brasil dan memperkirakan pergeseran serupa akan terjadi di Spanyol. Ia menyampaikan perkiraan itu menjelang pemilu di negaranya yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026.
Sanchez turut menyebut Alberto Nunez Feijoo, pemimpin Partai Rakyat yang menjadi oposisi, serta Santiago Abascal, pemimpin partai sayap kanan jauh Vox. Ia menilai gelombang politik yang berusaha dimanfaatkan kedua tokoh tersebut mulai melemah.
ANTARA melaporkan media AS memproyeksikan Partai Demokrat memperoleh 53 kursi Senat, sedangkan Partai Republik diproyeksikan mendapat 42 kursi. Penghitungan suara di sejumlah daerah pemilihan masih berlangsung saat laporan itu disusun.
Untuk DPR AS yang memiliki 435 kursi, Partai Demokrat diperkirakan meraih sedikitnya 218 kursi, jumlah minimum untuk menguasai mayoritas. Angka tersebut merupakan proyeksi media AS sebagaimana dilaporkan ANTARA, bukan hasil akhir yang disebut telah ditetapkan.