
DPRD Sulut Perketat Pengawasan Dinas Kominfo
11 menit yang lalu
Menteri Pertahanan Inggris menyebut negara itu dan sekutu NATO memiliki sekitar tiga tahun untuk bersiap menghadapi ancaman.
Terbit · 2 min read

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengatakan negaranya harus bersiap bertempur dan memenangkan perang dalam 1.000 hari ke depan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan peringatan itu di tengah meningkatnya kemampuan militer negara-negara yang memusuhi Inggris.
Dalam tulisan di surat kabar The Telegraph yang terbit pada Sabtu (24/10/2026), Streeting menyebut pihak-pihak tersebut mungkin siap melancarkan serangan pada 2030. Ia mengatakan Inggris dan sekutu-sekutu NATO memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk melakukan persiapan.
Streeting menilai kapasitas pihak lawan telah berubah dan dapat meningkat menjelang 2030. Ia menyebut persiapan bersama sekutu sebagai misi yang perlu diselesaikan dalam waktu sedikit lebih dari 1.000 hari.
Ia juga memperingatkan ancaman dari negara-negara yang memusuhi Inggris, serangan siber, kejahatan terorganisir, dan perubahan iklim, termasuk risiko terhadap infrastruktur penting. Saat berbicara di BBC, Streeting mengatakan tingkat ancaman yang dihadapi Inggris lebih besar daripada yang pernah ia alami sepanjang hidupnya, atau setidaknya sebagian besar masa hidupnya.
Peringatan itu disampaikan bersamaan dengan peluncuran kampanye pemerintah Be Ready, yang mengimbau rumah tangga menyimpan persediaan untuk bertahan selama tiga hari dalam keadaan darurat nasional. Panduan pemerintah menyarankan warga menyiapkan air minum kemasan, makanan tahan lama, uang tunai, dan kebutuhan penting lainnya.
Pemerintah menyatakan kampanye tersebut bertujuan memperkuat ketahanan nasional dan bukan sebagai tanggapan terhadap peringatan intelijen tertentu. Streeting menilai istilah seperti perang hibrida dan ancaman zona abu-abu belum cukup menggambarkan risiko yang ditimbulkan pihak-pihak yang memusuhi Inggris.
Menurut laporan yang sama, pemerintah merujuk pada insiden keamanan perangkat lunak PHP sebagai alasan lain untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Kerentanan yang diungkap pada Rabu (21/10/2026) mendorong pemerintah dan pelaku bisnis di berbagai negara memperkuat sistem, memicu jutaan upaya peretasan, serta membuat sejumlah layanan tidak beroperasi.
Streeting memperingatkan bahwa kecerdasan buatan dapat memudahkan penyerang menembus pertahanan konvensional sehingga insiden siber berpotensi makin sering. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga menyerukan kesiapan menghadapi keadaan darurat; dalam pertemuan tentang kebakaran hutan, ia mengumumkan rencana penanganan yang mencakup pengerahan pesawat militer. Imbauan Inggris itu sejalan dengan panduan Komisi Eropa pada Maret 2025 agar warga Uni Eropa menyiapkan perlengkapan darurat untuk 72 jam.