
34 PTKIN Siapkan Karya untuk Expo OASE 2026
12 menit yang lalu
Skema menggabungkan pendampingan budidaya, riset terapan, dan pembangunan ekosistem usaha.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet menyiapkan skema dua jalur untuk mendorong peningkatan produksi bawang putih nasional secara berkelanjutan. Menurut laporan ANTARA, skema tersebut menggabungkan pendampingan budidaya dan riset terapan.
Alim menyampaikan rencana itu di Jakarta pada Sabtu (31/10/2026). Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas lembaga untuk menyusun program pengembangan secara terukur.
Jalur pertama berfokus pada percepatan budidaya melalui penetapan lokasi, penyusunan kalender tanam, pemetaan kebutuhan petani, dan pendampingan teknis. Alim meminta lokasi pengembangan serta jadwal tanam dirinci agar dukungan pemerintah sesuai kebutuhan lapangan.
Menurut laporan yang sama, Alim menilai kesiapan petani menerapkan teknik budidaya juga menentukan keberhasilan program. Ia menyebut peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sebagai bagian penting dari pendampingan.
Jalur kedua mencakup riset dan kajian untuk meningkatkan produktivitas, mutu hasil, efisiensi penggunaan sarana produksi, serta daya saing bawang putih. Bidang kajian antara lain varietas unggul, teknologi budidaya, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, dan penanganan pascapanen.
Riset pascapanen juga diarahkan untuk mengurangi kehilangan hasil selama penyimpanan dan distribusi. Pengemasan dan transportasi turut menjadi perhatian agar mutu bawang putih tetap terjaga saat dipasarkan.
Alim mengatakan penguatan produksi perlu berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem usaha. Kemitraan, pembagian peran, serta dukungan kebijakan dan regulasi perlu disiapkan agar hasil produksi memiliki jalur pemasaran yang jelas.
Kementerian Pertanian mendorong skema tersebut untuk mendukung target swasembada bawang putih yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto dalam tiga tahun ke depan. Laporan ANTARA menyebut pendampingan petani, teknologi siap pakai, riset terapan, dan kemitraan diharapkan menjadi fondasi peningkatan produksi yang terukur dan berkelanjutan.