
Joao Pedro Absen Beberapa Pekan karena Cedera
27 menit yang lalu
Ancaman dilaporkan muncul setelah Thailand gagal menjuarai dua turnamen; bek Nicholas Mickelson menyatakan dukungan kepada Hudson.
Terbit · 1 min read

Pelatih timnas Thailand Anthony Hudson menerima ancaman pembunuhan yang juga menyasar keluarganya setelah Thailand gagal menjuarai dua turnamen terakhir. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip media Thailand, ancaman itu disampaikan melalui pesan.
Kasus tersebut mulai menjadi perhatian pada Senin (5/10/2026), setelah situs Spacebar mengungkap Hudson memperlihatkan pesan-pesan itu kepada pengelola laman ulasan sepak bola Wikhro Ball Jingjang.
Isi pesan yang dilaporkan mencakup ancaman membunuh anggota keluarga Hudson, menabraknya dengan kendaraan, serta mematahkan kakinya jika bertemu di tempat umum.
Bek Thailand Nicholas Mickelson menyampaikan dukungan kepada Hudson dalam wawancara dengan Siamsport yang diterbitkan pada Minggu (25/10/2026). Pemain klub Jerman Elversberg itu mengecam ancaman terhadap keselamatan seseorang hanya karena hasil pertandingan.
Mickelson menilai perbedaan pendapat mengenai strategi atau keputusan selama pertandingan tidak membenarkan penghinaan berlebihan kepada Hudson. Ia juga menyatakan kekecewaan atas performa tim tidak membenarkan tindakan yang membahayakan pelatih dan keluarganya.
Tekanan terhadap Hudson muncul setelah Thailand kalah dari Vietnam pada final Piala ASEAN 2026 pada Agustus, lalu gagal meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026 setelah dikalahkan Indonesia. Pendekatan taktik Hudson, termasuk gaya bermain yang dinilai terlalu bertahan, juga mendapat kritik.
Ancaman serupa pernah dilaporkan pada November 2025. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Thairath, pengamat sepak bola Jay Worapath saat itu mengungkap Hudson pernah diancam akan ditabrak kendaraan tidak lama setelah ditunjuk menggantikan Masatada Ishii.
Hudson belum berencana meninggalkan jabatannya, sementara Asosiasi Sepak Bola Thailand disebut telah memperpanjang kontraknya hingga Februari 2028. Ia tetap memantau pemain dan menyiapkan tim untuk King's Cup pada November serta Piala Asia 2027; laporan itu tidak menyebut adanya penangkapan ataupun dimulainya penyelidikan resmi kepolisian.