
39 Gerbong Kereta Tergelincir di Sverdlovsk
11 menit yang lalu
Tim para balap sepeda Indonesia tidak menargetkan medali, tetapi memburu poin kualifikasi Paralimpiade 2028.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, empat atlet para balap sepeda Indonesia langsung melanjutkan perjalanan dari Jepang ke Belanda seusai Asian Para Games 2026 untuk memburu poin kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028.
Keempat atlet itu adalah Muhammad Fadli Imammuddin, Tifan Abid Alana, Sufyan Saori, dan Nur Fendi. Mereka akan tampil dalam UCI Para-cycling Track World Championships 2026 di Apeldoorn, Belanda, pada 29 Oktober hingga 1 November.
Kejuaraan dunia itu menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengumpulkan poin dalam upaya mengamankan kuota menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Pelatih para balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho, dalam keterangan resminya pada Senin (26/10/2026), menyatakan para atlet berangkat dari Jepang sehari sebelumnya dan langsung menuju Belanda.
Rizan mengatakan tim pelatih tidak memasang target medali karena persaingan yang dihadapi jauh lebih ketat dibandingkan Asian Para Games. "Kita tidak menarget medali karena memang musuh-musuhnya sudah level dunia. Jadi kita berharap posisi terbaik untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin di try out dunianya," ujar Rizan.
Menurut dia, persaingan memperebutkan kuota Paralimpiade masih berlangsung hingga akhir 2027. Karena itu, setiap kejuaraan internasional menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki posisi Indonesia.
Menurut laporan yang sama, Indonesia berupaya mengejar kuota berdasarkan peringkat negara. Rizan menyebut Indonesia belum mendapatkan slot atlet. Sebagai contoh, bila Indonesia berada di peringkat delapan Asia, Indonesia diharapkan memperoleh satu slot, sementara penentuan atlet yang berangkat ke Los Angeles dilakukan tim pelatih bersama Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia.
Keberangkatan ke Belanda menjadi kelanjutan dari penampilan tim para balap sepeda Indonesia pada Asian Para Games 2026, yang menyumbangkan satu medali emas dan empat perunggu. Medali emas diraih Muhammad Fadli Imammuddin dari nomor individual pursuit putra klasifikasi C4, dan ia juga memecahkan rekor Asian Para Games lewat catatan waktu 4 menit 50,169 detik pada babak kualifikasi.
Dua medali perunggu disumbangkan Nur Fendi dari nomor road race dan time trial putra kategori B. Dua perunggu lainnya diraih Sufyan Saori pada nomor 1.000 meter individual time trial C4-5 serta Vanza Mifthahul Jannah dari nomor individual pursuit 4.000 meter putri kategori B.
Secara keseluruhan, Indonesia menutup Asian Para Games 2026 di peringkat kedelapan dengan 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Perolehan itu melampaui target pemerintah sebanyak tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.