
Wagub Bali Minta Kesiapsiagaan Bencana Ditingkatkan
10 menit yang lalu
Isyana menyebut perubahan tempo setelah jeda gim ketiga membuat pasangan itu kehilangan momentum.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine menilai perubahan tempo permainan membuat mereka kehilangan momentum saat menghadapi pasangan Jepang Rui Hirokami dan Sayaka Hobara di Korea Open 2026.
Pertandingan babak 16 besar itu berlangsung di Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026). Isyana/Rinjani kalah dalam tiga gim dengan skor 15-21, 21-17, 15-21 dari pasangan unggulan keenam.
Isyana mengatakan mereka tidak menyadari tempo permainan melambat setelah jeda gim ketiga. “Setelah interval gim ketiga kami tidak sadar polanya melambat, tidak secepat di gim kedua atau awal gim ketiga. Poinnya sempat kejar-kejaran tapi ketika tersusul hawa kami makin turun, permainannya juga,” kata Isyana dalam keterangan PBSI setelah pertandingan.
Menurut laporan yang sama, Isyana menilai perubahan tempo itu menghambat mereka mempertahankan momentum setelah merebut gim kedua. Ia mengatakan pertandingan tersebut menjadi pelajaran untuk membaca situasi dan menyesuaikan strategi lebih cepat.
Isyana juga menyebut mereka perlu segera mengubah pola ketika lawan mulai mengejar poin. “Hari ini kami belajar saat tersusul 2-3 poin harus cepat-cepat mengubah pola atau berpikir bagaimana caranya untuk bisa balikin lagi,” ujarnya.
Rinjani menilai permainan mereka menunjukkan perkembangan, terutama dalam menerapkan latihan saat bertanding. Ia mengatakan mereka cukup senang dengan penampilan tersebut dan berharap dapat terus membaik.
Rinjani menyebut kesempatan menghadapi pasangan unggulan Jepang di turnamen BWF World Tour Super 500 itu sebagai pengalaman berharga. “Tampil di sini pun jadi pengalaman terbaik buat kami,” katanya.