
Erick Thohir Apresiasi Media Cup 2026
12 menit yang lalu
Giri Prasta meminta koordinasi lintas sektor dan kesiapan personel diperkuat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Terbit · 1 min read

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta meminta semua pihak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat memimpin Apel Gabungan Kesiapan Pasukan Pencegahan Bencana di Lapangan Iptu Soetardjo, Denpasar.
Dalam laporan itu, apel disebut berlangsung pada Kamis (5/11/2026). Giri Prasta mengatakan Bali mulai memasuki masa peralihan menuju musim hujan berdasarkan data BMKG, dengan potensi cuaca ekstrem selama November di seluruh kabupaten/kota.
Potensi bencana yang disebut meliputi banjir, tanah longsor, banjir rob, dan abrasi. Menurut Giri Prasta, kesiapsiagaan diperlukan agar keselamatan masyarakat terjaga dan kegiatan ekonomi Bali sebagai daerah pariwisata tidak terganggu.
Ia menyampaikan bahwa kesiapan pemerintah provinsi mencakup peralatan, kondisi fisik dan mental personel, serta keandalan sarana operasional. Kesiapan tersebut diperlukan agar penanganan dapat berlangsung cepat saat keadaan darurat.
Giri Prasta menginstruksikan penguatan koordinasi dan komunikasi antara TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, dan desa adat. Ia juga meminta mekanisme komando diperjelas serta pemantauan informasi peringatan dini BMKG di wilayah rawan bencana dioptimalkan.
Dalam arahannya, ia meminta petugas mengutamakan keselamatan masyarakat dan diri sendiri, meningkatkan edukasi, menyampaikan informasi akurat, serta melaporkan perkembangan secara berjenjang. Ia mengaitkan mitigasi dan perlindungan masyarakat serta alam dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan semangat menyama braya atau kekeluargaan.
Pemerintah Provinsi Bali menyiagakan 446 personel gabungan dari Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Ditpolair, Polres Bandara, BPBD, Basarnas, dan unsur tenaga kesehatan dalam apel tersebut. Operasi itu juga didukung 42 kendaraan dan sarana operasional yang siap digerakkan sewaktu-waktu.