
Polisi Sebut Kericuhan Terjadi di Malioboro
2 jam yang lalu
Kontroversi komentar tentang meme Mao berdampak pada kerja sama komersial dan sorotan publik terhadap Mbappe.
Terbit · 1 min read

Kylian Mbappe menghadapi dampak komersial dan sorotan publik setelah komentarnya tentang meme Mao Zedong memicu kontroversi di China. Menurut laporan CNN Indonesia, persoalan itu juga merembet ke siaran kompetisi La Liga.
Kontroversi bermula saat Mbappe membicarakan meme yang menyunting wajahnya ke gambar yang merujuk pada Mao, pendiri Republik Rakyat China. Ia menyebut meme tersebut sebagai salah satu yang paling membuatnya tertawa; candaan mengenai Mao kemudian dianggap sensitif di China.
Mbappe kehilangan kerja sama dengan dua merek asal China, yaitu Bushuila milik Dongpeng dan perusahaan produk susu Mengniu. Mengutip Time Magazine yang merujuk Le Monde, laporan CNN Indonesia menyebut nilai kedua kontrak itu diperkirakan mencapai 50 juta yuan atau sekitar Rp110 miliar.
Dampak lain terlihat pada iklan yang menampilkan pemain timnas Prancis tersebut di China. Menurut laporan Reuters yang mengutip media China, iklan-iklan itu telah dihapus; Mbappe sebelumnya menjadi wajah promosi sejumlah produk di negara tersebut.
Televisi pemerintah China juga menghentikan siaran pertandingan dan acara La Liga yang melibatkan Mbappe. Laporan CNN Indonesia menyebut keputusan itu sebagai dampak lain dari kontroversi tersebut.
Presiden La Liga Javier Tebas menyampaikan penyesalan atas ketersinggungan penggemar di China dan menegaskan komentar Mbappe bersifat pribadi. Menurut kutipan yang dimuat The Straits Times, Tebas berkata, “Saya menyesali rasa tersinggung yang ditimbulkan Kylian Mbappe di kalangan penggemar Tiongkok. Komentar-komentar tersebut disampaikan atas nama pribadi dan tidak mewakili La Liga,”
Kontroversi itu juga memicu kritik di Weibo. Pada Selasa (27/10/2026), empat topik terkait Mbappe masuk dalam 10 pencarian terpopuler, sementara sejumlah pengguna meminta agar ia masuk daftar hitam dan nilai komersialnya ditekan.
Mbappe telah meminta maaf dan mengakui komentarnya tidak tepat serta menyakiti banyak orang di China maupun komunitas China di seluruh dunia. Laporan CNN Indonesia menyebut respons publik menunjukkan bahwa permintaan maaf tersebut belum tentu langsung mengakhiri polemik.