
Kebakaran Guryong Berdampak pada 107 Orang
1 jam yang lalu
Mbappe meminta maaf atas komentarnya tentang Mao Zedong setelah sejumlah perusahaan China menghentikan kerja sama dengannya.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Kylian Mbappe meminta maaf atas komentarnya tentang mantan pemimpin China, Mao Zedong, setelah sejumlah sponsor asal China menghentikan kerja sama dengannya. Permintaan maaf itu disampaikan pada Selasa (27/10/2026).
Dalam pernyataan yang dilansir France24, Mbappe mengatakan komentarnya tidak tepat dan ia memahami pernyataan itu menyakiti banyak orang di China serta komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Ia juga meminta maaf kepada orang-orang yang tersinggung dan menyatakan menghormati rakyat serta sejarah China.
Mbappe sebelumnya tampil dalam iklan berbagai produk di China, termasuk minuman elektrolit dan susu. Pada Selasa (27/10/2026), perusahaan minuman Dongpeng menghentikan seluruh kerja sama dengannya.
Produsen susu Mengniu dan produsen keju Milkground juga memutus kerja sama dengan pemain asal Prancis itu. Mengniu menyatakan, “Mengniu dengan tegas menentang dan memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap setiap ucapan atau tindakan yang melukai perasaan rakyat China,” menurut laporan CNN Indonesia.
Laporan yang sama menyebut China Media Group menghentikan siaran pertandingan sepak bola, termasuk La Liga, serta iklan yang menampilkan Mbappe. Lembaga itu juga meminta Mbappe dan Real Madrid menyampaikan permintaan maaf.
Otoritas Liga Spanyol kemudian menyatakan penyesalan atas pernyataan Mbappe yang menyinggung rakyat China. Laporan tersebut tidak menyebut kapan pernyataan otoritas liga itu disampaikan.
Kontroversi bermula dari potongan video yang beredar, ketika Mbappe menanggapi meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada gambar Mao Zedong. Dalam video itu, Mbappe berkata, “Saya rasa dia seorang diktator China,” merujuk pada gambar tersebut dan julukan yang dikaitkan dengan perannya sebagai kapten Real Madrid dan tim Prancis.
Menurut laporan CNN Indonesia, pernyataan itu memicu kemarahan di China karena Mao Zedong dipandang sebagai tokoh revolusioner dan pendiri Republik Rakyat China modern. Sebelum sponsor menghentikan kerja sama, seruan anti-Mbappe dan ajakan memboikot produk yang mengontraknya telah beredar di Weibo.