
Polisi Bubarkan Tawuran di Makassar, 8 Orang Diamankan
39 menit yang lalu
Tiga atlet panjat tebing Indonesia menempati tiga besar peringkat dunia dari akumulasi poin kejuaraan sepanjang 2026.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, tiga atlet panjat tebing Indonesia menempati tiga besar peringkat dunia. Capaian itu berasal dari akumulasi poin dalam rangkaian kejuaraan internasional sepanjang 2026 yang diselenggarakan World Climbing.
Pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyebut ketiga atlet tersebut adalah Putra Tri Ramadani alias Srondeng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Keterangan itu disampaikan dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Srondeng berada di peringkat kedua dunia untuk kategori lead putra dengan 3.370 poin. Peringkat pertama diduduki Neo Suzuki dari Jepang dengan 4.405 poin, sedangkan peringkat ketiga ditempati Alberto Gines Lopez dari Spanyol dengan 3.340 poin.
Desak Made juga menempati peringkat kedua dunia untuk kategori speed putri dengan 3.370 poin. Menurut laporan yang sama, peringkat pertama dipegang Emma Hunt dari Amerika Serikat dengan 3.656 poin, dan peringkat ketiga ditempati Polina Khalkevych dari Ukraina dengan 3.075 poin.
Pada kategori speed putra, Antasyafi Robby Al Hilmi berada di peringkat ketiga dunia dengan 3.426 poin. Posisi pertama diduduki Ryo Omasa dari Jepang dengan 3.600 poin dan posisi kedua Yicheng Zhao dari China dengan 3.485 poin. Atlet Indonesia lainnya, Raharjati Nursamsa, berada di peringkat keempat dengan 3.005 poin.
"Ini hasil kerja keras bersama mulai dari pengurus, pelatih, manajemen, atlet juga, serta para stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mewujudkan semua itu," ujar Galar.
Meski capaian itu membanggakan, Galar disebut tidak ingin cepat berpuas diri karena masih ada kompetisi tahun berikutnya. Ia menyiapkan strategi untuk rangkaian kejuaraan tahun depan. "Tahun 2027 kami punya pekerjaan rumah yang besar yaitu harus meloloskan atlet-atlet Indonesia untuk merebut kuota ke Olimpiade LA 2028," ujar Galar.
Desak Made mengaku senang dengan pencapaian tersebut dan sangat menikmati rangkaian kompetisi selama 2026. Atlet asal Bali itu bertekad terus mengasah kemampuannya untuk menghadapi kompetisi tahun berikutnya, karena ia percaya persaingan akan semakin sengit dan berat.
"Saya berharap bisa terus membela Indonesia di kompetisi internasional dan tujuan utamanya adalah bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028 dan meraih emas disana," tutur Desak.