
BRI Siapkan Pembelian Kembali Saham Rp1 Triliun
12 menit yang lalu
BMKG menyatakan gempa di Nagqu tidak berdampak dan tidak berpotensi memicu tsunami di Indonesia.
Terbit · 1 min read

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bermagnitudo 6,9 di wilayah Nagqu, China, tidak berdampak dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami di Indonesia. Menurut laporan ANTARA Manado, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyampaikan keterangan itu di Jakarta.
Gempa terjadi pada Kamis (22/10/2026) pukul 21.33.39 WIB. Episenternya berada di darat, sekitar 183 kilometer timur laut Nagqu, pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 32,36 derajat Lintang Utara dan 93,74 derajat Bujur Timur.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, BMKG menyatakan gempa dangkal itu dipicu aktivitas penyesaran di zona graben Dataran Tinggi Tibet.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan turun. Rincian analisis tersebut disampaikan dalam laporan ANTARA Manado.
Hingga pukul 22.15 WIB, pemantauan BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi mengenai gempa dan tsunami, menurut imbauan tersebut, dapat diperoleh melalui kanal komunikasi terverifikasi BMKG, termasuk akun media sosial resmi BMKG, laman www.bmkg.go.id, dan aplikasi seluler resminya.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.