
Tiga Tim Indonesia Bidik Gelar FFWS 2026
12 menit yang lalu
El Niño kuat dan kekeringan berlangsung bersamaan dengan potensi hujan lebat di sejumlah daerah.
Terbit · 2 min read

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia meski El Niño masih sangat kuat. Menurut laporan CNBC Indonesia yang terbit Jumat (30/10/2026), BMKG menyampaikan prakiraan dan peringatan cuaca untuk beberapa hari ke depan.
Pada 26-28 Oktober 2026, curah hujan terpantau minim dan awan terbatas, sementara suhu udara di sejumlah wilayah, termasuk Lampung dan Sulawesi Tengah, berada di atas 37 derajat Celsius. Pada saat yang sama, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat.
BMKG menyebut kekeringan dipengaruhi interaksi El Niño yang sangat kuat dan IOD positif. Hujan di sejumlah daerah, menurut BMKG, dipicu ketersediaan uap air dari suhu muka laut yang hangat, pertemuan angin, serta aktivitas beberapa gelombang atmosfer.
“Ketersediaan uap air yang melimpah akibat kehangatan suhu muka laut, ditambah pertemuan angin serta aktifnya fenomena MJO serta Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan MRG, menjadi faktor utama yang memicu hujan di wilayah-wilayah tersebut,” kata BMKG dalam siaran resminya, seperti dikutip CNBC Indonesia.
BMKG memprakirakan pada Dasarian I November 2026, sebagian besar wilayah Indonesia akan menerima curah hujan kategori menengah, yakni 50-100 milimeter per dasarian, dengan porsi 67,62 persen. Kategori rendah, 0-50 milimeter, diperkirakan mencakup 30,57 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi, 150-300 milimeter, sebesar 1,81 persen.
Menurut laporan yang sama, BMKG memperkirakan MJO memengaruhi wilayah barat dan selatan Indonesia dalam sepekan ke depan, sementara Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di bagian timur. Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman dan sirkulasi siklonik di Laut Natuna juga membentuk zona konvergensi yang dapat mendorong pertumbuhan awan hujan.
Untuk 30 Oktober hingga 1 November 2026, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, sedangkan hujan sedang diprakirakan di berbagai daerah lain. Pada 2-5 November, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Sumatra Barat; hujan sangat lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Banten dan Sumatra Barat.
BMKG mengimbau masyarakat mengantisipasi cuaca panas dan udara kering, menghemat air, serta waspada terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. BMKG juga mengingatkan potensi genangan, longsoran material, sambaran petir, dan angin kencang yang dapat menyertai hujan.