
SIM Keliling Bandung Beroperasi di Dua Lokasi
12 menit yang lalu
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat di 19 wilayah pada 2 November 2026.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 1–3 November 2026. Pada Senin (2/11/2026), hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di 19 wilayah Indonesia.
Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Dalam prakiraan untuk tanggal itu, tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat ataupun kategori Awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Papua Pegunungan.
Laporan yang sama menyebut dinamika atmosfer masih berpeluang mendorong pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia selama periode prakiraan sepekan, 30 Oktober–5 November 2026.
Untuk dasarian pertama November 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan berada pada kategori menengah, dengan cakupan 67,62 persen. Kategori rendah mencakup 30,57 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi 1,81 persen.
Curah hujan kategori rendah diprakirakan terkonsentrasi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Sulawesi dan Maluku. Meski akumulasi dasarian berada pada kategori rendah hingga menengah, potensi hujan lebat harian tetap perlu diantisipasi.
Laporan yang sama menyebut gelombang Osilasi Madden-Julian diprakirakan memengaruhi wilayah barat dan selatan Indonesia, sedangkan gelombang Kelvin diprakirakan aktif di wilayah timur. Kedua fenomena itu dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah dengan pertemuan massa udara dan atmosfer labil.
Kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman dan sirkulasi siklonik di Laut Natuna juga disebut memengaruhi pola angin regional. Sistem tersebut membentuk zona pertemuan dan perlambatan angin yang dapat mendukung pembentukan awan hujan, termasuk hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.