
Desy Ratnasari Pakai Riasan Prostetik di Film Hamka
11 menit yang lalu
Empat pihak mengembangkan riset bahan alam menjadi produk farmasi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.
Terbit · 1 min read

Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Danantara Development Management Fund (DDMF), PT Indofarma (Persero), dan PT EBM Saintifik dan Teknologi menjalin kerja sama untuk menghilirisasi dan mengomersialkan riset bahan alam nusantara menjadi bahan baku farmasi nasional. Menurut laporan ANTARA, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyebut kerja sama itu ditujukan untuk mengurangi ketergantungan industri farmasi domestik terhadap bahan baku obat impor.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di Jakarta. Tatacipta menjelaskan kerja sama itu dalam keterangan ITB yang disampaikan di Bandung.
Tatacipta mengatakan kolaborasi itu dirancang untuk mengolah potensi keanekaragaman hayati Indonesia menjadi produk bernilai tambah, termasuk bahan baku obat, obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan produk bioteknologi medis.
Dalam kerja sama tersebut, ITB menyediakan kemampuan riset di bidang bahan alam, farmasi, bioteknologi, dan rekayasa proses. PT EBM, perusahaan hasil pengembangan riset ITB, berperan menjembatani inovasi akademik menuju industrialisasi komersial.
Salah satu produk hilirisasi yang dikembangkan PT EBM adalah MarkHerb, senyawa standar untuk standardisasi dan pengendalian mutu produk herbal. Menurut laporan yang sama, produk itu telah dimanfaatkan oleh berbagai industri dan lembaga riset.
Dukungan finansial dan skema investasi strategis dikonsolidasikan melalui PT Danantara Development Management Fund (DDMF). Sementara itu, PT Indofarma bertanggung jawab atas penyerapan, produksi massal, dan distribusi produk farmasi ke pasar nasional maupun global.
Ruang lingkup kolaborasi meliputi riset dan pengembangan ekstrak bahan alam beserta turunannya, komersialisasi hasil riset, publikasi ilmiah bersama, pemanfaatan teknologi penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta penjajakan pendanaan inovasi.
Kerja sama itu juga mencakup integrasi pendidikan tinggi dan industri melalui program magang mahasiswa, pengerjaan tugas akhir, serta pelatihan teknis. Tatacipta Dirgantara berharap kemitraan tersebut dapat mendukung kemandirian kesehatan nasional melalui pemanfaatan riset dalam negeri.