
Asics Buka Peluang Pemain Muda ke Jepang
11 menit yang lalu
Pengujian campuran bahan bakar berpotensi meningkatkan efisiensi pembangkit dan menekan konsumsi fosil serta emisi karbon.
Terbit · 1 min read

PT PLN Indonesia Power mengembangkan dan menguji pencampuran hidrogen serta amonia sebagai alternatif bahan bakar pembangkit listrik. Menurut laporan iNews.id, hasil pengujian perusahaan menunjukkan teknologi ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil serta emisi karbon.
Pengujian dilakukan dengan mencampurkan hidrogen pada pembangkit berbahan bakar gas dan amonia pada pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara.
Untuk pengembangan hidrogen, PLN IP melakukan pengujian di PLTDG Pesanggaran, Bali. Hidrogen dicampurkan dengan gas alam untuk menggantikan sebagian penggunaannya sebagai bahan bakar mesin pembangkit.
Perusahaan melakukan tiga kali pengujian dengan rasio campuran hidrogen yang meningkat. Rasio itu tercatat 2 persen pada 2022, 7 persen pada 2024, dan 23 persen pada 2025.
Berdasarkan hasil pengujian yang disampaikan perusahaan, campuran hidrogen berpotensi meningkatkan efisiensi mesin hingga 5 persen. Penggunaan bahan bakar fosil juga berpotensi berkurang hingga 17 persen.
PLN IP memperkirakan teknologi tersebut dapat menurunkan emisi karbon sebesar 9.600 ton CO₂ per tahun. Angka itu merupakan perkiraan perusahaan, bukan keterangan tentang penurunan emisi yang telah tercapai.