
Bappenas Tanam 10 Beringin di Rinjani
10 menit yang lalu
Peretasan menargetkan sekitar satu juta nomor identitas dan sekitar 750.000 kumpulan data dilaporkan berhasil diambil.
Terbit · 1 min read

Moldova memanggil Dewan Keamanan Nasional untuk menggelar pertemuan khusus setelah sistem informasi pemerintahannya mengalami serangan siber yang menargetkan data pribadi warga. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Manila Times, insiden itu dikonfirmasi Badan Pemerintahan Elektronik Moldova (AGE).
Serangan berlangsung pada 19-23 Oktober 2026. Upaya peretasan tersebut menargetkan sekitar satu juta nomor identitas pribadi, sementara sekitar 750.000 kumpulan data dilaporkan berhasil diambil.
Data yang disebut bocor mencakup nama, tanggal lahir, status asuransi, dan informasi kesehatan. AGE juga menyebut informasi keuangan berupa nomor rekening bank internasional atau IBAN ikut terdampak.
Kepresidenan Moldova menyatakan Presiden Maia Sandu akan mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional dalam beberapa hari mendatang. Pertemuan itu dimaksudkan untuk menilai dampak serangan dan menentukan langkah tanggapan.
Perdana Menteri Vasile Tofan sebelumnya membahas insiden tersebut dalam rapat pemerintah pada Rabu (28/10/2026). Ia menyampaikan kecurigaan adanya keterlibatan pihak luar, tetapi tidak menyebut negara yang dicurigai.
Tofan mengatakan penyelidikan menyeluruh sedang berlangsung. Menurut laporan yang sama, ia menyebut kemungkinan kampanye lebih luas yang melibatkan aktor negara asing, tanpa merinci pihak yang diduga terlibat.
Tofan juga memecat Direktur AGE Nicoleta Colomeet dan meminta lembaga itu memberi perhatian lebih besar pada keamanan layanan digital. AGE memperingatkan data yang dicuri berisiko digunakan untuk penipuan dan manipulasi daring.