
Pengunjung Karaoke Tewas Ditikam Petugas Keamanan
12 menit yang lalu
Kajian etnomatematika menemukan pola simetri, pengulangan, dan bentuk geometri pada motif tenun Sumba.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, motif kain tenun Sumba memuat pola geometri yang tersusun teratur, selain berfungsi sebagai karya seni dan simbol budaya. Kajian etnomatematika membaca motif-motif itu sebagai jejak pengetahuan masyarakat dalam memahami bentuk, simetri, keseimbangan, dan pola.
Laporan tersebut tidak menyebut tanggal atau lokasi penelitian. Kain hinggi dikenakan laki-laki, sedangkan lau digunakan perempuan di Sumba Timur.
Penelitian Erwin Ardianto Halim dan rekan-rekannya dari Universitas Kristen Maranatha menemukan susunan ragam hias hinggi mencerminkan dualisme dan pola tiga unsur. Dua unsur berbeda dipertemukan, sementara unsur ketiga berperan sebagai penyeimbang.
Bidang-bidang pada hinggi juga dikaitkan dengan kosmologi masyarakat Sumba yang membagi dunia menjadi talaba dita atau alam atas, la padua atau alam tengah, dan talaba wawa atau alam bawah. Pembagian tersebut menggambarkan hubungan manusia, alam, dan kekuatan spiritual.
Menurut laporan yang sama, motif tenun Sumba memuat unsur geometri seperti garis, segitiga, belah ketupat, simetri, translasi, dan pengulangan. Belah ketupat disebut menonjol dalam komposisi, sementara bentuk segitiga juga muncul dalam ragam hias.
Motif fauna seperti manu atau ayam, njara atau kuda, dan mahang atau singa dapat disusun berpasangan dengan prinsip pencerminan. Susunan saling berhadapan atau berlawanan itu membentuk simetri refleksi.
Elemen motif yang diulang di permukaan kain menciptakan irama visual. Laporan ANTARA menyebut keterampilan menenun diwariskan melalui pengamatan, latihan, dan pengalaman selama bertahun-tahun, tanpa harus memakai istilah matematika formal.
Tenun Sumba juga memiliki fungsi sosial, budaya, dan spiritual, termasuk dalam upacara adat, pernikahan, dan ritual yang berkaitan dengan leluhur. Motifnya dipilih dengan mempertimbangkan pesan tentang identitas dan pandangan hidup masyarakat Sumba.