
Arema FC Menang 4-0 atas RANS Nusantara FC
13 menit yang lalu
Aksi renang Xtreme Impact menggalang solidaritas bagi warga pesisir yang menghadapi abrasi dan banjir rob.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, 19 perenang menuntaskan misi menyeberangi Selat Madura menuju Surabaya dalam aksi Xtreme Impact 2026. Kegiatan itu merupakan bentuk solidaritas bagi masyarakat pesisir Desa Timbulsloko, Jawa Tengah, yang menghadapi abrasi dan banjir rob.
Misi tersebut diselesaikan pada Minggu (1/11/2026). Penggagas Xtreme Impact 2026, Arto Biantoro, mengatakan gagasan kegiatan berawal dari keinginan untuk mengambil langkah nyata menghadapi persoalan sosial.
Arto menyebut para peserta berlatih intensif selama sekitar dua bulan sebelum misi berlangsung. Latihan dilakukan di kolam renang dan laut terbuka, termasuk bersama TNI Angkatan Laut di Pondok Dayung, Jakarta Utara.
Menurut laporan yang sama, Arto mengatakan dukungan komunitas, sekolah, dan jaringan alumni Kolese Kanisius Jakarta membantu penyelenggaraan kegiatan. Ia berharap pengalaman tersebut menginspirasi peserta saat kembali ke lingkungan masing-masing.
TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II, turut mendukung aspek keselamatan dan kelancaran kegiatan dengan melibatkan 19 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska). Panglima Komando Armada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Xtreme Impact 2026, alumni Kolese Kanisius Jakarta, dan TNI Angkatan Laut yang didukung tim Kopaska.
Peserta sekaligus perenang Jimmy Sukrisno mengatakan misi tersebut merupakan pengalaman pertamanya. Ia menyebut keinginan membantu warga Timbulsloko menjadi motivasi, setelah melihat langsung warga menghadapi banjir rob dan membersihkan rumah setelah air surut. Jimmy berharap warga Timbulsloko terbantu melalui pengumpulan dana.
Menurut laporan yang sama, jumlah keluarga yang masih bertahan di Timbulsloko sekitar 90 kepala keluarga, berkurang dari sekitar 170 pada 2020. Masnuah, pendamping masyarakat pesisir Demak dan pendiri komunitas perempuan nelayan Puspita Bahari pada 2005, mengatakan warga berupaya mempertahankan kehidupan di tanah leluhur di tengah berbagai keterbatasan.
Warga juga menghadapi kesulitan memperoleh air bersih karena mengandalkan satu sumur bor yang debitnya mulai berkurang. Banjir rob mengganggu kegiatan sehari-hari, termasuk pemenuhan kebutuhan sanitasi.
Penyelenggara menargetkan donasi hingga Rp1 miliar melalui platform resmi BenihBaik.com dalam kampanye “Xtreme Impact: Bantu Perempuan Pesisir Demak”. Gerakan ini didukung Purnomo Yusgiantoro Center, Global Trans Energi, dan Restoran Pesisir; dana direncanakan untuk fasilitas air bersih, rumah aman, serta pengembangan rumah produksi dan pemasaran Omah Iwak. Kegiatan berikutnya mencakup diskusi kemaritiman serta operasi katarak gratis pada 13 Desember 2026 dalam rangka Hari Armada, bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut.