
Sembilan Warga Palestina Tewas di Gaza
1 jam yang lalu
Sosialisasi membahas pemutakhiran data desil dan akses bantuan sosial bagi warga.
Terbit · 1 min read

Sebanyak 200 warga Kelurahan Pondok Bambu mengikuti sosialisasi perlindungan sosial, pemutakhiran desil, dan bantuan sosial Kementerian Sosial. Menurut laporan ANTARA, kegiatan itu melibatkan warga yang belum pernah menerima bantuan sosial maupun yang menilai data desilnya tidak sesuai kondisi ekonomi.
Sosialisasi berlangsung pada Minggu (1/11/2026) di Aula Maryam Wafiyyah, Gang Padi, RT 09/02, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Pendamping Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial, Intan Nurazizah, mengatakan kegiatan dilakukan setelah pengurus RW setempat mengajukan permohonan.
Intan menyebut masih ada warga yang data desilnya dinilai tidak mencerminkan keadaan ekonomi terkini. Menurut dia, data yang digunakan sebelumnya diambil beberapa tahun lalu sehingga belum sepenuhnya menggambarkan perubahan kehidupan masyarakat.
Warga dapat mengajukan pemutakhiran desil secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos Kementerian Sosial. Intan juga mengingatkan warga untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital sebagai bagian dari kelengkapan administrasi dan verifikasi identitas saat mengakses layanan pemerintah.
Ketua RW 02 Pondok Bambu, Ahmad Sahil, mengatakan sasaran sosialisasi meliputi warga yang belum pernah menerima bantuan sosial, warga yang data desilnya dianggap tidak sesuai, serta warga yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital. Peserta diminta membawa KTP, identitas pelanggan listrik PLN, dan nomor telepon seluler untuk membantu pengecekan administrasi.
Sahil mengapresiasi tindak lanjut Kementerian Sosial terhadap usulan warga melalui sosialisasi langsung di lingkungan permukiman. Ia berharap bantuan, khususnya Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai, dapat disalurkan dengan lebih tepat sasaran.
Salah seorang peserta, Narti, mengatakan kegiatan dengan sistem jemput bola membantu warga lanjut usia karena mereka tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh informasi. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi pada hari libur.
Narti berharap program bantuan sosial dan perlindungan sosial Kementerian Sosial berjalan semakin optimal agar warga dengan kondisi ekonomi lemah memperoleh bantuan sesuai kebutuhan. Sahil menilai program tersebut penting untuk membantu masyarakat menghadapi kemiskinan, kerentanan ekonomi, dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.