
Yordania Sita Sembilan Senjata dari Balon Udara
18 menit yang lalu
Teheran memperingatkan kemungkinan konflik baru, sementara komunikasi diplomatik dengan Washington masih berlangsung.
Terbit · 2 min read

Iran memperingatkan kemungkinan perang baru dengan Amerika Serikat (AS) dapat berlangsung lebih lama daripada konflik sebelumnya. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP, juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia menyampaikan peringatan itu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan masih ada target yang perlu ditangani.
Akraminia menyampaikan pernyataan tersebut melalui televisi pemerintah Iran pada Minggu (1/11/2026). Ia mengatakan Trump tidak akan dapat menentukan waktu atau syarat berakhirnya perang yang mungkin terjadi.
Sehari sebelumnya, Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan telah menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance yang berupaya menghidupkan kembali perundingan. Rezaei menyebut nada komunikasi AS berubah positif, tetapi mengatakan belum menanggapi surat tersebut.
Menurut laporan yang sama, Teheran sebelumnya menyampaikan kepada Washington bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali dan perundingan tidak akan berlangsung sebelum persyaratan Iran dipenuhi. Syarat itu mencakup pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran, pencabutan sanksi, serta penghentian perang di semua front.
Trump mengisyaratkan AS dapat menyerang dengan cepat satu atau dua target Iran yang masih tersisa. Dalam pernyataan kepada wartawan di kediamannya di Florida, ia juga menyebut Gunung Pickaxe sebagai lokasi yang perlu ditangani.
Laporan tersebut menyebut Gunung Pickaxe merujuk pada kompleks nuklir bawah tanah yang diduga berada di lokasi itu. Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Timur Tengah berlangsung di tengah ancaman berulang AS dan Israel untuk kembali melancarkan serangan udara.
Juru bicara Garda Revolusi Iran Hossein Mohebbi pada Minggu mengulangi peringatan yang sebelumnya disampaikan melalui pesan tertulis oleh pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sehari sebelumnya. Mohebbi mengatakan wilayah operasi luas telah ditetapkan untuk menimbulkan kerugian bagi musuh dalam konflik dengan AS.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berharap pihak lawan memilih diplomasi dan mengatakan Iran tetap siap menghadapi pertahanan maupun diplomasi. Penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab Anwar Gargash berharap pertukaran komunikasi menghasilkan terobosan, tetapi mengatakan negaranya juga bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.