
Singapura Wajibkan Izin Baru untuk Panti Pijat
19 menit yang lalu
Gunung berstatus Waspada dengan aktivitas erupsi dan kegempaan yang masih tinggi.
Terbit · 1 min read

Pos Pengamat Gunung Ile Lewotolok melaporkan aktivitas erupsi gunung di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih tinggi. Menurut laporan ANTARA, masyarakat diminta menjauhi radius tertentu dari pusat aktivitas gunung.
Laporan evaluasi mencakup periode 16–31 Oktober 2026 dan diterima di Kupang pada Sabtu (7/11/2026). Pengamat Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, menyebut status gunung masih Level II atau Waspada.
Dalam laporan itu disebutkan, aktivitas kegempaan dan erupsi masih tinggi hingga 31 Oktober 2026. Selama periode pengamatan tercatat 1.137 gempa erupsi, 187 gempa guguran, 1.632 gempa hembusan, dan 53 gempa vulkanik dalam.
Menurut laporan yang sama, pengamatan juga mencatat 58 tremor nonharmonik, tujuh tremor harmonik, 10 gempa tornillo, enam gempa vulkanik dangkal, 26 gempa tektonik lokal, serta 47 gempa tektonik jauh.
Kolom abu teramati setinggi 100 hingga 500 meter dari puncak, dengan warna putih hingga kelabu. Aktivitas erupsi terkadang disertai suara gemuruh dan dentuman; petugas juga mengamati sinar api serta lontaran material pijar yang masih berada di area kawah.
Guguran lava teramati meluncur hingga 700 meter ke arah tenggara dan 500 meter ke arah selatan. Pemantauan instrumental menunjukkan gempa masih berfluktuasi, sementara peningkatan gempa vulkanik dalam mengindikasikan peretakan batuan akibat suplai magma dari kedalaman menuju bagian gunung yang lebih dangkal.
Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak memasuki radius dua kilometer dari pusat aktivitas serta tiga kilometer pada sektor selatan dan tenggara. Warga juga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut, dan potensi lahar di lembah maupun aliran sungai saat musim hujan.
Imbauan lainnya mencakup penggunaan masker, perlindungan mata dan kulit, serta penutupan tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu. Pemerintah Kabupaten Lembata dan BPBD setempat diminta berkoordinasi dengan Pos Pengamatan di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, serta PVMBG.