
Tentara AS Didakwa dalam Kasus Taruhan Rahasia
19 menit yang lalu
Laporan ANTARA menyebut antrean mulai lengang sejak 19 Oktober, sementara pasokan diperkuat dan operasi penindakan berlangsung.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, antrean kendaraan untuk mendapatkan Biosolar di sejumlah SPBU Aceh mulai terurai. Seorang sopir truk material mengatakan antrean sebelumnya mengurangi waktu kerjanya.
Antrean kendaraan terlihat di SPBU di Aceh Besar dan Banda Aceh, termasuk di pinggir jalan nasional Banda Aceh–Meulaboh. Laporan ANTARA menyebut suasana SPBU yang sebelumnya dipadati kendaraan mulai lengang dan tertib sejak 19 Oktober 2026.
Sabirin, sopir truk material asal Aceh Besar, mengatakan ia harus bangun lebih pagi agar mendapat giliran mengisi Biosolar. Jika datang terlambat, waktu tunggu dapat mencapai satu jam dan mengurangi jumlah angkutan yang bisa diselesaikannya.
“Kadang untung-untungan juga. Artinya, kalau pas datang antrean belum panjang, kita bisa cepat mengisi minyak lalu lanjut mencari rezeki. Tapi kalau mobil sudah mengular, pilihannya menunggu dulu daripada berisiko kehabisan minyak saat ada muatan,” kata Sabirin.
Untuk mendukung pasokan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memperkuat penyaluran BBM di Aceh dari Integrated Terminal Lhokseumawe. Perusahaan menambahkan 24.000 liter Pertamax dan 24.000 liter Biosolar untuk wilayah Langsa dan Aceh Tamiang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan perusahaan mempercepat distribusi. Fahrougi, narasumber Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, mengatakan pihaknya juga memantau stok dan penyaluran di SPBU serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan; ia menyebut kondisi penyaluran di Aceh terus membaik.
Sementara itu, operasi penindakan Polda Aceh berlangsung pada 19 hingga 25 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, polisi menyita 32 ton solar subsidi; Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan polisi menangkap 22 orang dan menetapkan mereka sebagai tersangka, serta mengamankan 18 kendaraan roda empat dan roda enam.
Joko mengatakan penindakan dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan yang dapat mengganggu distribusi dan ketersediaan BBM bagi masyarakat. Ia mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan melaporkan indikasi penimbunan atau penjualan ilegal melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat.