
OJK Serahkan Dua Tersangka BPR DCN ke JPU
10 menit yang lalu
Dakwaan menyebut seorang tentara AS diduga memakai informasi operasi militer untuk meraih keuntungan di pasar prediksi.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan Financial Times yang dikutip CNBC Indonesia, Gannon Ken Van Dyke, anggota militer Amerika Serikat, didakwa dalam perkara penggunaan informasi rahasia terkait operasi militer di Venezuela untuk memasang taruhan di Polymarket. Ia disebut meraih keuntungan sekitar US$409.881.
Dakwaan federal menyebut Van Dyke memasang sekitar 13 taruhan senilai total US$33.034 pada Desember hingga Januari. Taruhan itu mencakup posisi terkait keberadaan pasukan AS di Venezuela dan kemungkinan Nicolás Maduro meninggalkan jabatannya sebelum 31 Januari.
Van Dyke bertugas di Fort Bragg, North Carolina. Menurut laporan Financial Times, ia diduga memperoleh informasi sensitif melalui tugas militernya dan menggunakannya untuk kepentingan finansial pribadi.
Setelah memperoleh keuntungan, Van Dyke disebut memindahkan sebagian besar dana ke brankas kripto di luar negeri, lalu mengalihkannya ke akun pialang daring baru. Dakwaan juga menyebut ia berupaya menyembunyikan identitasnya setelah muncul laporan mengenai aktivitas perdagangan tidak biasa terkait kontrak Maduro.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche mengatakan personel militer dipercaya menjaga informasi rahasia demi keberhasilan dan keamanan misi. Menurut Blanche, kepercayaan itu tidak boleh digunakan untuk mencari keuntungan pribadi.
Blanche juga menyatakan bahwa meski akses ke pasar prediksi merupakan fenomena relatif baru, hukum federal mengenai perlindungan informasi keamanan nasional tetap berlaku. Jaksa wilayah New York Selatan Jay Clayton mengatakan pasar prediksi bukan tempat untuk mengambil keuntungan dari informasi rahasia.
Van Dyke didakwa atas tiga tuduhan pelanggaran Undang-Undang Perdagangan Komoditas, satu tuduhan penipuan melalui sarana elektronik, dan satu tuduhan transaksi moneter ilegal. Menurut laporan CNBC Indonesia, ancaman maksimum untuk setiap dakwaan berkisar antara 10 dan 20 tahun penjara.
Perkara tersebut mula-mula disidangkan di pengadilan federal North Carolina, lalu dialihkan ke pengadilan federal Manhattan. Polymarket menyatakan telah mengidentifikasi pengguna yang berdagang dengan informasi pemerintah rahasia, melaporkan kasus itu kepada Departemen Kehakiman, dan bekerja sama dalam penyelidikan.
Van Dyke belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar, dan laporan itu tidak menyebutkan informasi mengenai penasihat hukumnya. Pentagon mengarahkan pertanyaan kepada Angkatan Darat AS, yang belum memberikan tanggapan.