
Niky Bawa Tim Putri Benzar ke Final DBL Sulut
3 jam yang lalu
Asap dari Papua Selatan dan kebakaran lokal disebut berkontribusi pada kualitas udara tidak sehat di Sulawesi Utara.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan Manado Post, kualitas udara di Sulawesi Utara masih berada dalam kategori tidak sehat. Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Aris Yunatas, menyebut sebaran asap dari Papua Selatan dan kebakaran hutan serta lahan setempat berkontribusi terhadap kondisi tersebut.
Peta sebaran asap yang dirujuk dalam laporan itu menunjukkan dampak di Sulawesi Utara. Pembaruan data yang dikutip dilakukan Selasa (20/10/2026) pukul 11.00 Wita.
Aris menjelaskan, pola angin dari Papua menuju Sulawesi Utara membawa sebaran asap. Ia juga menyebut keberadaan siklon tropis dalam penjelasannya mengenai pergerakan asap tersebut.
Menurut Aris, titik panas di Papua terpantau padat sehingga asap menyebar hingga Sulawesi Utara. Laporan itu tidak merinci jumlah titik panas maupun ukuran konsentrasi asap.
Kebakaran setempat juga disebut memengaruhi kualitas udara. Aris mencontohkan kebakaran di Gunung Klabat, Gunung Lokon, dan tempat pemrosesan akhir (TPA).
Aris mengatakan asap dari Papua Selatan yang pekat dan kebakaran lokal sama-sama berkontribusi terhadap kondisi udara. Laporan tersebut tidak menyertakan angka pengukuran kualitas udara.
Aris mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat menghirup udara tidak sehat. Ia mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.