
Trump Tinjau Pembangunan Ballroom Gedung Putih
17 menit yang lalu
Operasi udara bersama BNPB dijadwalkan berlangsung sepekan dengan dukungan dua pesawat Australia.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Pemerintah Australia mengerahkan pesawat Hercules C-130 untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur. Pesawat itu diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026).
Operasi udara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dijadwalkan berlangsung pada 6-12 November 2026. Australia mengirimkan dua pesawat dan 20 personel spesialis penerbangan dari New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS).
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan Kalimantan Timur dipilih setelah pemantauan dan pembahasan teknis antara Indonesia dan Australia. Wilayah itu tercatat memiliki titik api terbanyak kedua setelah Kalimantan Tengah.
BNPB juga mencatat luas lahan yang masih ditangani di Kalimantan Timur meningkat 53 persen. Angka tersebut berdasarkan laporan harian Direktorat Koordinasi Operasi BNPB per 4 November 2026 pukul 18.00 WIB.
Menurut laporan yang sama, Kristomei mengatakan pengamatan dan diskusi dengan tim teknis Australia menunjukkan masih banyak titik api di Kalimantan Timur. BNPB dan NSW RFS telah membahas penentuan wilayah prioritas pemadaman.
Hercules C-130 yang berfungsi sebagai pesawat pengangkut air berkapasitas hingga 15.000 liter dalam sekali operasi. Kristomei menyebut pesawat itu ditargetkan mendukung penyaluran air hingga 100.000 liter per hari ke wilayah yang telah dipetakan untuk pemadaman.
Australia juga mengirimkan satu pesawat Cessna Citation untuk memandu operasi udara. Sebanyak 20 personel yang diterjunkan terdiri atas pilot, kru penerbangan, dan paramedis.
Dukungan udara tersebut diharapkan memperkuat penanganan karhutla yang dilakukan melalui operasi darat dan Operasi Modifikasi Cuaca. BNPB dan Pemerintah Australia akan melakukan asesmen teknis bersama untuk memastikan koordinasi operasi udara berjalan optimal.