
Polres Kotamobagu Rangkul Komunitas Ojek
13 menit yang lalu
Trump memuji rancangan ballroom saat ditanya tentang kekalahan Partai Republik dan dampak perang Iran.
Terbit · 1 min read

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninjau pembangunan ballroom Gedung Putih pada penampilan publik pertamanya setelah Partai Republik kalah dalam pemilu sela. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip NBC News, Trump memuji proyek tersebut saat berbicara kepada para pekerja konstruksi.
Kunjungan itu berlangsung pada Rabu (4/11/2026) di lokasi konstruksi Gedung Putih. Saat itu, Partai Republik mengalami kekalahan telak dalam pemilu paruh waktu.
Dalam laporan NBC News yang dikutip CNN Indonesia, Trump menyebut bangunan itu istimewa dan memperkirakan ballroom tersebut akan menjadi salah satu yang terbesar serta terindah di dunia.
Trump hanya sedikit menanggapi hasil pemilu yang mengecewakan Partai Republik. Ia lebih banyak membahas rancangan ballroom, termasuk marmer yang akan digunakan untuk lantainya dan banyaknya kaca.
Wartawan juga bertanya tentang pernyataan Wakil Presiden JD Vance yang mengaitkan kekalahan Partai Republik dengan perang Iran. Trump mengatakan penilaian itu sebagian besar benar karena perang tersebut sedikit menaikkan harga bensin dalam jangka pendek.
Trump menambahkan bahwa ia akan mengambil keputusan yang sama lagi karena, menurutnya, langkah itu merupakan satu-satunya solusi jangka panjang untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Trump pertama kali mengumumkan rencana pembangunan ballroom pada Juli 2025. Sejak itu, ia kerap membicarakan proyek tersebut dalam acara resmi Gedung Putih maupun kampanye.
Proyek itu menghadapi hambatan hukum. CNN Indonesia menyebut Mahkamah Agung pada akhir Agustus menyatakan pembangunan dapat dilanjutkan tanpa batas waktu, tetapi laporan tersebut tidak mencantumkan tahun untuk keputusan itu.