
Nordberg Medical Luncurkan Produk Injeksi Julaine
12 menit yang lalu
Sumarno menunggu kabar dua anaknya yang belum ditemukan setelah KMP Virgo tenggelam.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Sumarno masih menunggu kabar tentang dua anaknya yang belum ditemukan setelah KMP Virgo Transport 8 tenggelam. Ia bertahan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dengan harapan kedua anaknya ditemukan.
Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 dini hari. Berdasarkan data terakhir pada 20 Oktober 2026, 108 orang selamat, 82 meninggal, dan 53 belum ditemukan dari 243 orang yang berada di kapal.
Di antara korban yang belum ditemukan terdapat kakak beradik warga Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Keduanya adalah Rian Andi Kurniawan, 34 tahun, dan Marlina Nurlita Sari, 23 tahun.
ANTARA melaporkan Sumarno tidak meninggalkan pelabuhan sejak mengetahui kabar kecelakaan itu pada 13 September. Saat lelah, ia beristirahat di teras gedung terminal penumpang dan kerap berdiri di ujung dermaga menghadap Sungai Barito untuk berdoa.
Kedua anaknya sebelumnya berada di Solo, Jawa Tengah, untuk berlibur di rumah istri Rian. Rian bekerja sebagai tenaga teknik PLN di Muara Teweh, Kalimantan Tengah, sedangkan Marlina bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Laut.
Mereka berencana kembali ke Banjarmasin dengan membawa mobil dan hendak membelikan sepeda motor untuk adik bungsu mereka. Menurut laporan yang sama, Sumarno mengatakan anak-anaknya memilih kapal laut karena membawa kendaraan; biasanya mereka menggunakan pesawat saat bepergian ke Pulau Jawa.
Harapan keluarga kini tertuju pada pencarian lanjutan melalui penyelaman sebelum pengangkatan bangkai kapal. Juru bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Rihi, menyebut upaya pencarian sebelum pengangkatan itu sebagai SAR salvage.
Simson mengatakan tim penyelam yang disewa perusahaan telah melakukan survei dan pemetaan kondisi kapal di dasar laut. Penyelaman baru dapat dilakukan setelah kondisi kapal dipastikan aman, termasuk setelah persiapan pengambilan minyak dan limbah bahan bakar untuk mencegah pencemaran.
Menurut Simson, pengangkatan kapal tanpa pencarian lebih dahulu berisiko mengganggu jenazah yang mungkin masih berada di dalamnya. Ia berkata, "Kami mengutamakan sisi kemanusiaan terlebih dahulu sehingga diupayakan jenazah bisa ditemukan sebelum salvage dilakukan," sementara keluarga korban berharap mendapat perkembangan dan kepastian tentang nasib anggota keluarga mereka.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.