
Tudung Saji Tak Menggantikan Penyimpanan Aman
12 menit yang lalu
BPBD mencatat sementara 21 kejadian bencana dan masih mengkaji dampaknya di sejumlah kecamatan.
Terbit · 1 min read

BPBD Kabupaten Banyumas menangani banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah setelah hujan pada Sabtu dini hari (31/10/2026). Menurut laporan ANTARA, pendataan sementara hingga pukul 08.47 WIB mencatat 21 kejadian bencana.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas Abdul Ladjis menyampaikan data tersebut dari Purwokerto, Banyumas, pada Sabtu (31/10/2026). Kejadian tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Wangon, Kebasen, Somagede, Purwojati, Ajibarang, Lumbir, Kemranjen, dan Rawalo.
Dari 21 kejadian itu, 14 merupakan tanah longsor, lima banjir, dan dua cuaca ekstrem. Petugas masih melakukan kaji cepat untuk mengetahui dampak bencana.
Laporan yang sama menyebutkan bencana mencakup longsor, banjir akibat luapan sungai, tanggul jebol, talud longsor, serta pohon tumbang yang menutup akses jalan raya.
Longsor dilaporkan terjadi di Desa Klinting, Kecamatan Somagede; Desa Canduk, Kecamatan Lumbir; dan Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang. Longsor juga dilaporkan di sejumlah lokasi, termasuk fasilitas pendidikan SDN 3 Pageralang, SDN 4 Tipar Kidul, dan SDN Karangsari.
Banjir luapan dilaporkan terjadi di Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati, serta Desa Pengadegan dan Desa Klapagading Kulon di Kecamatan Wangon. Laporan juga menyebut sekitar SMP Negeri Wangon sebagai lokasi terkait.
Tanggul Sungai Jimblem di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, dilaporkan jebol, sedangkan pohon tumbang menutup jalan raya di Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon. Abdul Ladjis mengatakan petugas masih melakukan kaji cepat di lokasi untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan dampak bencana. Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak untuk penanganan masih dalam proses pendataan seiring asesmen di lapangan.