
Kemenhub Periksa Kelaikan 2.140 Kapal
10 menit yang lalu
BNPB memprioritaskan penanganan karhutla di lima provinsi dan mengerahkan 58 armada udara.
Terbit · 1 min read

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima provinsi. Menurut laporan iNews.id, kebakaran di wilayah-wilayah tersebut berdampak pada lahan seluas 1.410 hektare dan BNPB mengerahkan 58 armada udara untuk penanganan.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur sebagai provinsi yang menjadi prioritas saat ini.
Dalam keterangan yang dikutip iNews.id pada Sabtu (31/10/2026), Berton mengatakan pola kejadian karhutla di Indonesia telah berubah. Ia menyatakan, “Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali.”
Data BNPB yang dikutip dalam laporan itu mencatat Papua Selatan memiliki area terdampak terluas, yakni 502 hektare. Sulawesi Tengah tercatat 295 hektare dan Sulawesi Tenggara 257 hektare.
Sementara itu, area terdampak di Maluku mencapai 182 hektare dan di Kalimantan Timur 174 hektare. Laporan tersebut menyebut total luas terdampak di lima provinsi itu mencapai 1.410 hektare.
Fokus penanganan itu berbeda dari periode sebelumnya, ketika pemerintah memprioritaskan enam provinsi: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Laporan tersebut tidak merinci waktu kejadian kebakaran maupun langkah penanganan di tiap provinsi. Total luas terdampak yang disebutkan merujuk pada lima provinsi prioritas.