
Kemenkes Catat 401.586 Kasus ISPA akibat Karhutla
11 menit yang lalu
Enam penyelam Basarnas membantu evakuasi kru helikopter yang jatuh saat operasi pemadaman karhutla di Seruyan.
Terbit · 1 min read

Basarnas mengerahkan enam personel penyelam untuk membantu evakuasi kru helikopter Mi-17V5 yang jatuh saat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Menurut laporan ANTARA, pengerahan dilakukan pada Rabu (4/11/2026).
Kecelakaan terjadi di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh. Helikopter yang berasal dari Pusat Penerbang Angkatan Darat itu jatuh sekitar pukul 11.18 WIB, menurut siaran pers TNI AD yang diterima ANTARA.
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan enam penyelam dari Kantor SAR Palangka Raya dikerahkan dan bergabung dengan tim yang disiapkan TNI AD. “Tim sudah berangkat kemungkinan sekarang sudah di lokasi, ada enam penyelam sudah kita kerahkan,” kata Edy di Jakarta, Rabu.
Edy mengatakan Basarnas terlebih dahulu memaksimalkan penyelam dari Kantor SAR Palangka Raya. Ia menyebut penyelam Basarnas Spesial Grup di Jakarta juga siap dikerahkan sewaktu-waktu.
Menurut laporan yang sama, helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB untuk menangani kebakaran di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting. Kecelakaan bermula saat helikopter mengambil air dari perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi pemadaman dari udara.
Helikopter mengalami kendala terbang ketika mengambil air, lalu jatuh ke sungai. Setelah kejadian, TNI AD mengirim personel melalui jalur udara untuk mengevakuasi kru.
ANTARA melaporkan satu kru ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya dievakuasi ke Rumah Sakit Kuala Pembuang. Lima kru lainnya selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.
Hingga laporan ANTARA diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai evakuasi badan helikopter.