
Kemenag: OASE PTKIN Kembangkan Potensi Mahasiswa
11 menit yang lalu
Kasus ISPA tersebar di tujuh provinsi; Kemenkes juga memantau kelompok rentan dan menyiapkan dukungan oksigen.
Terbit · 1 min read

Kementerian Kesehatan mencatat 401.586 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dikaitkan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Menurut laporan ANTARA, jumlah kumulatif itu mencakup tambahan 3.906 kasus baru.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati menyampaikan data tersebut dalam program siaran Info Bencana Terkini BNPB di Jakarta, Rabu (4/11/2026). Data pemantauan itu tercatat hingga Senin (2/11/2026) pukul 16.00 WIB.
Catatan pemantauan menunjukkan 91.913 kasus terjadi pada anak usia 0–5 tahun dan 87.704 kasus pada anak usia 6–9 tahun. Sebanyak 56.092 kasus tercatat pada kelompok berusia di atas 60 tahun.
Kementerian juga memberi perhatian pada pemantauan kesehatan 590 ibu hamil, 1.530 penderita asma, dan 8.086 pekerja luar ruangan yang rentan terpapar polusi udara.
Widyawati menyebut wilayah dengan jumlah penduduk terdampak paling besar mencakup Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Pekanbaru di Riau, dan Pontianak di Kalimantan Barat.
Menurut laporan yang sama, jumlah kasus di sejumlah daerah berfluktuasi. Di Riau, angka harian sempat mencapai sekitar 23 kasus, sementara di Kalimantan Barat angka tertinggi yang tercatat mencapai enam kasus.
Di Kalimantan Selatan, kasus harian tercatat antara nol dan empat di fasilitas layanan kesehatan. Widyawati mengatakan paparan asap dan partikel debu juga dapat menyebabkan iritasi mata, serta mengimbau masyarakat menghindari asap dan tidak menggosok mata saat terasa perih atau gatal.
Kemenkes juga memastikan dukungan oksigen dapat diakses pasien dengan gangguan pernapasan. Widyawati menyebut 10 rumah oksigen disiapkan di Riau dan menekankan pentingnya akses bagi masyarakat yang membutuhkan.