
Kemenag Dorong AICIS+ Bahas Riset Lintas Disiplin
9 menit yang lalu
Buku sejarah diharapkan mendokumentasikan perjalanan desainer Indonesia sejak era 1950-an dan menjadi rujukan bagi pelajar.
Terbit · 1 min read

Perancang busana Samuel Wattimena mengusulkan penyusunan buku sejarah komprehensif tentang perjalanan desainer Indonesia sejak era 1950-an hingga kini. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan usulan itu dalam acara instalasi MODE Indonesia.
Samuel berbicara di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (4/11/2026), dalam rangkaian kegiatan prapeluncuran buku “MODE Indonesia by Samuel Wattimena”.
Ia mengatakan dokumentasi sejarah dapat membantu pembaca memahami orientasi dan sistem kerja para perancang pada masa lalu. “Yang pertama adalah di Indonesia perlu ada buku sejarah yang menampilkan mengenai perancang-perancang Indonesia sejak awal tahun '50-an sampai dengan saat ini,” katanya.
Samuel menyebut akses terhadap pendidikan mode sekarang jauh lebih mudah dibandingkan pada periode 1950-an hingga 1970-an. Pada masa lalu, menurutnya, akses pendidikan fesyen masih terbatas.
Samuel merintis karier dengan mengandalkan kemampuan menggambar dan ilmu merancang busana yang dipelajarinya sendiri. Ia kemudian menjuarai Lomba Perancang Mode pada 1979.
“Dari situ kemudian saya memahami bahwa orang yang autodidak kayak saya di Jakarta, apalagi di daerah, itu banyak sekali. Karena sekolah mode di luar maupun sekolah mode di sini itu enggak murah,” kata Samuel.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi inspirasi dan rujukan bagi pelajar serta peminat fesyen. Samuel merupakan anggota Komisi VII DPR RI periode 2024–2029.