
Patrick Stewart Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun
11 menit yang lalu
Musim hujan diperkirakan berlangsung Desember 2026 hingga Maret 2027, dengan puncak dominan pada Februari.
Terbit · 1 min read

BMKG memperkirakan musim hujan di Jawa Timur berlangsung sekitar empat bulan, dari Desember 2026 hingga Maret 2027. Menurut laporan CNN Indonesia, Kepala BMKG Kelas I Juanda Taufiq Hermawan mengingatkan bahwa periode singkat itu tetap berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Taufiq menyampaikan perkiraan tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (29/10/2026). Sejumlah daerah yang diminta melakukan mitigasi dini antara lain Malang, Bojonegoro, Jombang, dataran tinggi Nganjuk, dan Banyuwangi.
Menurut Taufiq, musim hujan yang singkat diperkirakan terjadi karena musim kemarau berlangsung lebih panjang atau mundur dua bulan dari kondisi normal. Ia mengatakan, durasi hujan yang pendek tidak berarti ancaman bencana berkurang.
Curah hujan tinggi yang terkonsentrasi dalam rentang waktu singkat berpotensi menimbulkan bencana di wilayah rawan. Taufiq menyebut puncak musim hujan dominan pada Februari 2027.
Ia mengimbau pemerintah daerah di Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan dan menyusun kesiapsiagaan lebih awal. Taufiq menyarankan rapat koordinasi lintas sektor agar penanganan bencana berjalan terkoordinasi dan meminimalisasi timbulnya korban.
Dalam koordinasi itu, setiap sektor diharapkan menyusun rekomendasi kerja yang konkret. Sektor pertanian, misalnya, perlu menyiapkan strategi penanaman yang menyesuaikan kondisi cuaca.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan relawan diminta memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. Taufiq mengingatkan agar antisipasi disiapkan sebelum bencana terjadi.