
Kemenag Harap Forum Pelita Cegah Konflik di Sulut
17 menit yang lalu
Nilai ekspor hingga Agustus 2026 tercatat US$25,6 miliar, sementara pemerintah menargetkan US$45 miliar sepanjang tahun.
Terbit · 1 min read

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat nilai ekspor produk hilirisasi nikel Indonesia mencapai sekitar US$25,6 miliar atau Rp464,79 triliun hingga Agustus 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia, pemerintah menargetkan nilai ekspor tersebut mencapai sedikitnya US$45 miliar atau sekitar Rp817 triliun hingga akhir 2026.
Koordinator Kerja Sama dan Investasi Minerba Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yan Abrar menyampaikan angka itu dalam Indonesia-Korea Energy Forum di The Meru Sanur, Denpasar, Bali. Laporan tersebut dikutip pada Kamis (29/10/2026). Nilai rupiah dalam laporan menggunakan asumsi kurs Rp18.155 per dolar AS.
Menurut laporan yang sama, nilai ekspor produk nikel hilir meningkat dari sekitar US$3,3 miliar pada 2017 menjadi sekitar US$40 miliar pada 2025. Pemerintah menerapkan kebijakan pelarangan ekspor bijih mineral mentah sejak 2020.
Yan mengatakan pertumbuhan ekspor meningkat setelah kebijakan pengolahan di dalam negeri diterapkan. Hilirisasi, menurut dia, ditujukan agar proyek pengolahan memberikan nilai tambah bagi negara.
Ia menyebut pemerintah memilih proyek hilirisasi secara selektif dengan mempertimbangkan kelayakan komersial, kesesuaian teknologi, tanggung jawab lingkungan, dan keterkaitan dengan kebutuhan industri.
Laporan CNBC Indonesia juga menyebut produk nikel kelas satu asal Indonesia untuk pertama kalinya mendapat pengakuan dari London Metal Exchange. Menurut Yan, pengakuan itu menunjukkan produk olahan dalam negeri dapat memenuhi standar mutu pasar internasional.
Pemerintah menyatakan tujuan hilirisasi tidak hanya meningkatkan ekspor produk olahan, tetapi juga membangun ekosistem industri yang terintegrasi dan berdaya saing. Cakupannya meliputi penambangan, pengolahan, material tingkat lanjut, manufaktur baterai, daur ulang, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.