
AS Gelar Lokakarya Semikonduktor di Bali
40 menit yang lalu
Penanaman mangrove dan pembangunan pemecah ombak ditujukan untuk membantu melindungi pesisir Demak.
Terbit · 2 min read

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli menyediakan dan menanam 30 ribu bibit mangrove di pesisir Pantai Utara Jawa. Menurut laporan Manado Post, kegiatan itu merupakan bagian dari program BRI Menanam – Grow & Green untuk mendukung pemulihan ekosistem pesisir dan membantu melindungi kawasan dari abrasi serta banjir rob.
Kegiatan percontohan perlindungan Pantai Utara Jawa dengan solusi berbasis alam berlangsung di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Laporan tersebut tidak menyebutkan tanggal pelaksanaannya. Sejumlah pejabat hadir, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Penanaman dilakukan dengan metode rumpun berjarak. Struktur pemecah ombak dibangun di bagian depan area tanam untuk meredam energi gelombang dan membantu pengendapan sedimen yang mendukung pertumbuhan mangrove.
Menurut laporan yang sama, Demak menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob yang dikaitkan dengan kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, serta dataran pesisir yang rendah. Alih fungsi lahan mangrove, eksploitasi air tanah yang memicu penurunan muka tanah, dan sampah plastik yang menyumbat saluran irigasi juga disebut memperparah risiko bagi permukiman, lahan produktif, infrastruktur, dan mata pencaharian warga pesisir.
Sekretaris Perusahaan BRI Dhanny mengatakan tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Ia berharap rehabilitasi pesisir memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
BRI Peduli juga menjalankan program pengelolaan sampah terpadu di Desa Berahan Kulon, Demak. Menurut laporan yang sama, program itu menyediakan rumah produksi di tempat penampungan sementara untuk mengolah sampah, termasuk menjadi Eco Hex Brick yang digunakan sebagai material pemecah ombak.
Program tersebut menghasilkan 5.000 unit Eco Hex Brick untuk membangun 28 menara pemecah ombak dengan panjang susunan mencapai 100 meter. Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan mangrove membantu meredam energi gelombang, sedangkan produksi material itu turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Tani Barokah Matsaeri menyampaikan apresiasi atas dukungan BRI Peduli. Ia mengatakan warga terlibat dalam produksi Eco Hex Brick dan berharap upaya perlindungan pantai dapat mengurangi kekhawatiran terhadap abrasi. BRI menyebut program BRI Menanam – Grow & Green, yang diluncurkan pada 2023, telah menanam lebih dari 155 ribu bibit pohon dengan potensi serapan emisi 54,77 ton CO₂e.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.