
Kedubes AS Buka Pendaftaran Program FLEX Global
42 menit yang lalu
Lokakarya membahas perlindungan rantai pasok semikonduktor dan pengelolaan investasi lintas negara.
Terbit · 1 min read

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menggelar lokakarya regional tentang keamanan rantai pasok semikonduktor dan investasi lintas negara di Bali. Menurut laporan Manado Post, kegiatan itu melibatkan pejabat pemerintah, perwakilan industri, dan pakar akademisi dari Indonesia, Filipina, serta Vietnam.
Lokakarya berlangsung pada 19 hingga 22 Oktober 2026. Program tatap muka selama empat hari itu dilaksanakan oleh para ahli Sandia National Laboratories atas nama Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan negara peserta dalam mengelola risiko teknologi, melindungi industri strategis, dan mendorong investasi lintas negara yang aman serta tepercaya. Menurut laporan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Atong Soekirman, menekankan pentingnya keamanan rantai pasok semikonduktor bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Soekirman juga menyoroti perlunya kerja sama regional untuk mengantisipasi risiko teknologi dan investasi. Menurutnya, Indonesia perlu meningkatkan kemampuan dalam negeri, mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi, serta memperkuat peran dalam rantai nilai semikonduktor global.
Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green, membuka lokakarya tersebut. Ia menyampaikan bahwa rantai pasok semikonduktor yang aman dan tangguh mendukung pertumbuhan ekonomi serta keamanan nasional di kawasan.
Green menyatakan Amerika Serikat berkomitmen bekerja sama dengan Indonesia dan negara mitra untuk mencegah transfer teknologi ilegal. Ia mengatakan lokakarya dirancang untuk membangun keahlian praktis dalam melindungi teknologi penting dan menarik investasi tepercaya.
Para ahli Sandia National Laboratories memimpin diskusi dan latihan interaktif mengenai rantai pasok internasional semikonduktor. Materinya mencakup aturan transfer teknologi, pengendalian ekspor cip, penilaian kerentanan rantai pasok, instrumen investasi lintas negara, serta analisis dan mitigasi risiko.
Peserta mengikuti presentasi, diskusi panel, dan latihan praktik tentang kemitraan pemerintah dengan sektor swasta, pengendalian ekspor strategis, serta penyaringan investasi. Mereka juga membahas modal ventura, usaha patungan, ekuitas swasta, pembangunan usaha baru, dan peran lembaga pemerintah dalam melindungi industri serta mengelola investasi lintas negara.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.