
Meksiko Kerahkan Tim Antisipasi Badai Vance
13 menit yang lalu
Gubernur Jawa Barat meminta percepatan normalisasi Kali CBL dan Kali Mati untuk mengurangi risiko banjir di Kabupaten Bekasi.
Terbit · 2 min read

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta proyek normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut di Kabupaten Bekasi segera diselesaikan pada tahun ini. Menurut laporan ANTARA, penataan sungai sepanjang 16 kilometer tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bekasi.
Permintaan itu disampaikan saat meninjau langsung lokasi pengerjaan di Kabupaten Bekasi pada Senin (26/10/2026). Saat ini, pengerjaan proyek yang melintasi Kecamatan Cibitung, Tambun Utara, dan Sukawangi tersebut hanya menyisakan jalur sepanjang satu kilometer.
Dedi menilai sisa pengerjaan tersebut bisa diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. "Harus kelar tahun ini. Butuh biaya berapa untuk sisanya? Rp2 miliar itu selesai lah sama Kabupaten Bekasi saja," kata Dedi.
Selain Kali CBL, Dedi menyoroti keberadaan tiga jembatan di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, yang dinilai menghalangi kelancaran arus air. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan siap membantu pembangunan jembatan baru setelah jembatan lama dibongkar demi mengoptimalkan aliran sungai.
Pemerintah provinsi juga bersiap membantu normalisasi Kali Mati di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, yang mengalami sedimentasi cukup tinggi hingga sebagian alirannya berubah fungsi menjadi kebun warga. "Ini kan darurat dan hujan ke depan tidak bisa kita prediksi. Nanti kita gunakan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT). Kalau tidak selesai tahun ini, kita lanjutkan tahun depan," ujarnya.
Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyambut baik dukungan provinsi dan memastikan kekurangan anggaran akan segera dipenuhi pemerintah kabupaten agar target penyelesaian tercapai. "Kita akan selesaikan normalisasi Kali CBL tahun ini dan kekurangan anggarannya akan segera kita selesaikan tahun ini juga sehingga normalisasi dari Cikarang hingga pertemuan Kali Bekasi ini bisa cepat tuntas," kata Asep.
Asep menambahkan bahwa pemulihan Kali Mati akan dikerjakan bertahap dari Sukamekar hingga Kecamatan Cabangbungin guna mengairi lahan pertanian masyarakat di wilayah utara. "Mudah-mudahan ini terlaksana dengan baik. Untuk rumah yang terkena imbas, nanti saya dengan Pak Gubernur menyiapkan solusinya. Yang penting Kali Mati bisa berfungsi kembali," ucapnya.
Pemerintah daerah berharap normalisasi terpadu pada Kali CBL dan Kali Mati mampu memperbesar daya tampung air serta mengurangi hambatan akibat sedimentasi. Asep optimistis peningkatan kapasitas sungai tersebut dapat mengendalikan debit air sekaligus menekan dampak banjir berulang di Kabupaten Bekasi.