
Merger Pelita Air dan Garuda Indonesia Belum Dekat
13 menit yang lalu
Bulog menyatakan cadangan beras pemerintah mencukupi kebutuhan Natal dan Tahun Baru serta mempercepat penyaluran bantuan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 4,5 juta ton siap menghadapi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Stok itu disebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga pasokan nasional tetap aman.
Pernyataan tersebut disampaikan Rizal dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026). Menurut dia, kuatnya cadangan beras pemerintah menjadi modal penting bagi Bulog untuk menjamin ketersediaan pangan, khususnya saat konsumsi meningkat menjelang akhir tahun.
"Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru. Stok beras yang dikelola Bulog saat ini sangat memadai, mencapai sekitar 4,5 juta ton," kata Rizal, seperti dikutip dari laporan yang sama.
Rizal menuturkan, dengan cadangan yang kuat dan jaringan distribusi di seluruh Indonesia, Bulog siap memastikan kebutuhan beras masyarakat terpenuhi. Berdasarkan perhitungan ketersediaan beras nasional secara keseluruhan, pasokan diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan, atau sekitar Juli–Agustus 2027.
Menurut laporan yang sama, selain kecukupan stok, Rakortas itu menekankan pentingnya percepatan penyaluran beras lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan Beras. Pemerintah telah menyiapkan alokasi tambahan SPHP beras sebesar 1 juta ton untuk memperkuat pasokan di pasaran dan menjaga keterjangkauan harga.
Bulog mengoptimalkan distribusi beras SPHP melalui pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), jaringan ritel, dan mitra penyalur lainnya. Rizal menyebut langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat pasokan di wilayah yang masih mengalami tekanan harga beras agar manfaat ketersediaan stok nasional dirasakan merata.
Bulog juga mempercepat penyaluran bantuan pangan beras periode Oktober–Desember 2026 kepada 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) kelompok desil 1 hingga 4. Setiap penerima dialokasikan 10 kilogram beras per bulan atau 30 kilogram untuk tiga bulan, dengan total kebutuhan sekitar 1 juta ton.
Rizal menjelaskan, percepatan penyaluran itu menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga daya beli dan membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir tahun. Ia menyatakan arahan pemerintah jelas bahwa stok yang melimpah harus memberi manfaat nyata, sehingga Bulog tidak hanya memastikan beras tersedia di gudang tetapi juga mempercepat penyalurannya.
Seluruh jajaran Bulog di pusat dan daerah terus didorong memperkuat koordinasi dan distribusi agar pasokan terjaga dan harga semakin stabil. Menurut Rizal, Bulog berkomitmen menjalankan perannya bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.