
Kapolda Kalteng Komitmen Tuntaskan Penegakan Hukum Karhutla
10 menit yang lalu
KSBB Lingkungan menghubungkan kebutuhan warga dengan dukungan sarana dan edukasi dari dunia usaha.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan untuk mengurangi sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang, menurut laporan ANTARA.
Salah satu pelaksanaan program klaster Persampahan berlangsung di RW 06, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Program ini menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan dukungan dunia usaha, termasuk penyediaan sarana pengelolaan sampah dan edukasi pemilahan. Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Purwanti Suryandari, di Jakarta, Kamis (29/10/2026), mengatakan pengelolaan sampah perlu dimulai dari rumah tangga.
Menurut Purwanti, sarana perlu disertai perubahan perilaku agar warga konsisten memilah dan mengolah sampah. Ia mengatakan sampah yang masih dapat diolah perlu dipisahkan agar bisa dimanfaatkan kembali, bukan seluruhnya berakhir di TPST Bantargebang.
Di RW 06 Srengseng Sawah, BRI Finance memberikan dua gerobak motor listrik, tujuh tong komposter berkapasitas 200 liter, serta satu mesin pengayak kompos berkapasitas 100–150 kilogram per jam. Dukungan lainnya mencakup 145 ember berkapasitas 8 liter, 10 ember berkapasitas 20 liter, 11 tong berkapasitas 60 liter, dan lima tempat sampah berkapasitas 120 liter.
Perusahaan itu juga memberikan pelatihan pemilahan sampah kepada anak-anak dan remaja. Direktur Utama BRI Finance Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Ignatius berharap sarana yang diberikan dapat membantu pekerjaan petugas kebersihan dan mendorong warga membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Ia menyampaikan harapan itu dalam keterangan yang dikutip ANTARA. Menurut laporan yang sama, Purwanti menyebut KSBB Lingkungan juga membuka ruang bagi berbagai pihak untuk berkontribusi melalui pendampingan dan edukasi.