
Investasi AS di Batam untuk Industri Baterai
11 menit yang lalu
Pabrik hasil kerja sama CATL dan Antam mulai berproduksi dan segera diresmikan Presiden Prabowo.
Terbit · 1 min read

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan pabrik baterai hasil kerja sama Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) segera diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Menurut laporan ANTARA, Bahlil menyebut fasilitas itu telah mulai berproduksi.
Bahlil menyampaikan keterangan tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Laporan ANTARA menyebut ia mengatakan peresmian akan dilakukan dalam waktu dekat.
Menurut laporan yang sama, peletakan batu pertama pabrik itu dilakukan sekitar satu tahun sebelumnya oleh Presiden Prabowo. Bahlil mengatakan kesiapan peresmian fasilitas tersebut telah dilaporkan kepada Presiden.
Bahlil menyebut terdapat tiga pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia. Selain fasilitas hasil kerja sama CATL dan Antam, ia menyebut pabrik milik Hyundai dan pabrik yang diresmikan di Halmahera dengan investasi dari Tiongkok.
Ia menilai perkembangan tersebut menunjukkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Indonesia semakin terintegrasi, dari sektor hulu hingga hilir.
Bahlil merinci tahapan ekosistem itu, meliputi pertambangan, pengolahan dan pemurnian mineral melalui pabrik peleburan, teknologi pelindian asam bertekanan tinggi, produksi bahan pendahulu, katoda, hingga sel baterai. Ia menyebut tidak banyak negara memiliki ekosistem terintegrasi seperti itu.
Menurut Bahlil, pengembangan ekosistem tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat hilirisasi sumber daya alam di dalam negeri. Ia mengatakan pemenuhan kebutuhan domestik akan diprioritaskan sebelum ekspor baterai didorong.
Bahlil menyatakan ekspor dapat dilakukan jika kebutuhan dalam negeri telah tercukupi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam laporan ANTARA mengenai rencana peresmian pabrik baterai hasil kerja sama CATL dan Antam.