
Pemprov Sulut Dukung Ranperda Perlindungan Anak
19 menit yang lalu
Program menjangkau 93 pasar dan memfasilitasi pembukaan 1.146 rekening.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Program Digitalisasi Pasar Inklusif setelah berjalan lebih dari setahun. Menurut laporan ANTARA, program itu memfasilitasi pembukaan 1.146 rekening.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan capaian program dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat (23/10/2026). Program tersebut menjangkau 93 pasar di Jakarta.
Rano mengatakan program itu juga mendukung akses pembiayaan bagi 99 debitur serta menghadirkan 139 agen Laku Pandai dan 1.283 pedagang pengguna QRIS.
Program tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Perumda Pasar Jaya. Menurut laporan yang sama, inisiatif itu ditujukan untuk memperluas akses keuangan formal bagi pedagang pasar rakyat.
Rano menilai capaian program menunjukkan antusiasme pelaku usaha terhadap layanan keuangan formal. Namun, ia menyebut keberlanjutan layanan dan manfaatnya bagi pedagang masih menjadi tantangan.
Ia mengatakan pendampingan dan pemberdayaan pedagang perlu dilanjutkan, disertai evaluasi terukur. Rano juga menekankan perlunya mempertahankan hal yang berjalan baik, menyelesaikan kendala, dan memperluas manfaat program ke lebih banyak pasar.
Program ini juga mendorong penggunaan pembayaran digital melalui QRIS di pasar tradisional. Untuk mendukungnya, Bank Indonesia DKI Jakarta melibatkan lebih banyak penyedia jasa pembayaran dari sektor perbankan dan nonperbankan.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.